PELAIHARI– Bagi Anda penggemar film Barat pasti pernah melihat sebuah jembatan yang dilalui Harrison Ford, pemeran utama dalam film skuel Indiana Jones yang berjudul Temple of Doom.
Jembatan tali itu membentang di antara dua tebing bukit.
Sudah pasti yang melintas harus punya nyali, karena di bawahnya menghadang jurang
menganga.
Meski tidak sama persis dengan jembatan Indiana Jones, jembatan yang menghubungkan Desa Kunyit dan Dusun Danau Waringin juga membutuhkan nyali bagi yang ingin melintas. Pasalnya, jembatan yang pernah putus diterjang banjir, 4 tahun lalu, kondisinya sangat memprihatinkan.
WhatsApp Video 2019-01-10 at 18.17.21
Jembatan dengan konstruksi kayu ulin itu, lantainya sudah
terlihat lentur. Akibatnya jika sungai sedang pasang dalam, jaraknya pun tinggal
beberapa sentimeter dari air.
Bagi warga Dusun Danau Waringin, Kecamatan Pelaihari,
melintas jembatan Indiana Jones merupakan upaya memperpendek jarak jika ingin
ke Kota Pelaihari. Sebeb kalau melalui
Jalan Trans-Kalimantan, selisih jaraknya hampir 5 kilometer.
Pemkab Tanah Laut melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan
Ruang dan Pertanahan (PUPRP), sebenarnya sudah berupaya mengganti jembatan tersebut
dengan jembatan gantung.
Namun warga Danau Waringin menolaknya. Mereka justru meminta
dibangunkan jembatan permanen yang dapat dilalui minimal pick up agar dapat
membawa hasil kebunnya ke Pelaihari.
Rony Hamdani, salah seorang warga Danau Waringin,
membenarkan kondisi jembatan yang menghubungkan dusunnya dengan Desa Kunyit
sudah lama rusak.
“Jembatan ini sudah tiga kali diperbaiki dan sempat putus
akibat diterjang banjir luapan Sungai Tabanio, 2014 lalu,” kata Ronny.
Rony mengaku memilih melintasi jembatan darurat ini
karena jaraknya lebih dekat ketimbang harus menggunakan jalan nasional.
Sementara Turkam, warga Desa Kunyit, membenarkan jembatan
yang menghubungkan Desa Kunyit dengan Danau Waringin rencananya diganti dengan
jembatan gantung. Namun warga setempat menolak jembtan gantung.
“Jembatan gantung yang seharusnya dibangun sebagai
pengganti jembatan yang rusak, terpaksa dipindah ketempat lain oleh
pemerintah,” kata Turkam.
Kabid Bina Marga Dinas PUPRP Tala, Mirza Fajrian, saat
dikonfirmasi, Kamis (10/1), membenarkan adanya rencana pembuatan jembatan yang
menghubungkan Desa Kunyit dengan Danau Waringin.
“Untuk tahun ini masih belum ada proyek perbaikan
jembatan tersebut. Yang pasti kami sudah membuat rencananya, sesuai keinginan
warga setempat,” kata Mirza, sambil menambahkan, pekerjaan masih menunggu
persetujuan Pemda Tala.
Keberadaan jembatan yang menghubungkan Desa Kunyit dengan Danau Waringin itu, selain menjadi sarana mengangkut hasil perkebunan, juga berfungsi sebagai perlintasan pegawai dan siswa menuju sekolahnya di Pelaihari. (zkl/foto: zul yunus)