MAGETAN, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, bertemu 500 nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Jumat (1/2).
Pertemuan berlangsung di lapangan Cepoko, Desa Cepoko,
Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, sekaligus mengawali aktivitas kunjungan
kerja presiden ke Provinsi Jawa Timur.
PNM Mekaar Cabang Panekan sejak awal berdirinya, 16
November 2016, telah memberikan bantuan permodalan bagi 2.139 nasabah dari 172
kelompok pendampingan.
Di Provinsi Jawa Timur, PNM telah memiliki 401 kantor
cabang, melayani 910.566 nasabah dari 64.018 kelompok pendampingan.
Saat memberikan sambutan, presiden memberikan sejumlah
kiat sukses merintis usaha. Ia mengambil contoh salah satu produk binaan
program Mekaar.
“Bu Andre punya produk seperti ini. Ini brambang
goreng ya. Produknya ini bagus,” kata presiden.
Produk berupa bawang goreng yang dijual seharga Rp6.000
per bungkusnya, sudah dikemas rapi dalam kemasan plastik transparan.
Namun presiden merasa produk tersebut masih memerlukan
identitas tersendiri yang dapat membedakannya dengan produk lain.
“Penting yang namanya nama (merek). Didesain yang
bagus, kemudian diberi nama ‘Brambang Goreng Bu Andre’. Sebuah produk itu mesti
diberi nama,” ujarnya.
Selain soal merek, Kepala Negara yang memiliki pengalaman
merintis usaha dari bawah, menjelaskan soal penentuan harga produk yang menjadi
pertimbangan tersendiri bagi para konsumen.
“Barang bagus itu belum cukup. Pembeli pasti tanya
harganya berapa? Pasti orang lain membandingkan di tempat lain berapa?
Menentukan harga itu hati-hati. Dilihat pesaingnya siapa, jualnya berapa,”
jelas presiden.
Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri BUMN, Rini Soemarno, Seskab Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo (yb/din/foto: muchlis jr)
