JAKARTA, banuapost.co.id–
Sedikitnya lima lembaga survei merilis hasil tingkat keterpilihan atau
elektabilitas capres dan cawapres menjelang pencoblosan Pilpres 2019, 17 April
mendatang.
Dari lima survei terakhir, sebagaimana dikutip dari detik.com, paslon Joko Widodo dan Ma’ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dengan angka elektabilitas yang variatif dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei terakhir yang dirilis Indo Barometer menunjukkan, Jokowi-Ma’ruf unggul dari
Prabowo-Sandiaga dengan suara yang cukup jauh. Selisih elektabilitas keduanya
di atas 20 persen.
Proyeksi perolehan suara pada pilpres 17 April 2019, dilakukan
dengan membagi suara undecided voters
(yang belum menentukan pilihan) dengan asumsi tidak ada peristiwa politik
besar.
“Jika tidak ada peristiwa politik yang besar, kemungkinan Jokowi akan mendapatkan 63,47 persen, dan Prabowo 36,53 persen,” kata peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli.
Selisih elektabilitas di atas 20 persen juga tampak dari
hasil survei New Indonesia Research &
Consulting. Jokowi-Ma’ruf unggul dengan suara 55,8 persen.
Sementara jarak elektabilitas antara Jokowi-Ma’ruf dan
Prabowo-Sandiaga semakin menipis di survei Litbang
Kompas. Selisih antara pasangan 01 dan pasangan 02 tersisa 11,8 persen.
Berikut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga
berdasarkan hasil 5 lembaga survei terakhir: New Indonesia Research & Consulting. Waktu: 1-10 Maret 2019, jumlah
responden: 1.200 orang, margin of error: +/- 2,89 persen (tingkat kepercayaan
95 persen). Hasil: Jokowi-Ma’ruf: 55,8 persen, Prabowo-Sandiaga: 34,3 persen. Tidak
tahu/tidak jawab 9,8 persen.
Litbang
Kompas, waktu: 22 Februari-5 Maret 2019. Jumlah responden:
2.000 orang, margin of error: +/- 2,2 persen (tingkat kepercayaan 95 persen). Hasil:
Jokowi-Ma’ruf Amin 49,2 persen, Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Undecided Voters:
13,4 persen.
Indo
Barometer, waktu: 6-12 Februari 2019, jumlah responden: 1.200
orang, margin of error: +/- 2,83 persen (tingkat kepercayaan 95 persen). Hasil:
Jokowi-Ma’ruf 50,2 persen Prabowo-Sandi 28,9 persen. Undecided voters 20,9
persen
SMRC, waktu:
24 Februari- 5 Maret 2019, jumlah responden: 2.820 orag, margin of error: +/- 2
persen (tingkat kepercayaan 95 persen). Hasil, Jokowi-Ma’ruf: 57,6 persen, Prabowo-Sandiaga:
31,8 persen. Undecided Voters: 10,6 persen.
Alvara
Research Center, waktu: 22 Februari-2 Maret 2019, jumlah
responden: 1.201 orang, margin of error: +/- 2,88 persen (tingkat kepercayaan
95 persen). Hasil: Jokowi-Ma’ruf: 53,9 persen, Prabowo-Sandiaga: 34,7 persen. Undecided
Voters: 11,4 persen.
Rilis lima lembaga survey ini, tak urung dikomentari sedikitnya
272 orang, baik pro mapun yang kontra.
Misalnya Joyo. Koplak menulis: Semoga di akhir
penghitungan suara setelah pilpres 17 April 2019 nanti, Jokowi tetap memperoleh suara di atas 50 persen. Artinya,
Indonesia akan tetap dipimpin Jokowo.
Sementara Komatsu Indonesia menulis: Hasil survei
anomali. pasangan 01 diprediksi akan sangat kaget dan kecewa degan hasil real
17 April 2019
Sedang Kardus Jablay menulis: Komatsu Indonesia
Hehehe…. nanti kita lihat siapa yang akan MENANG gung malu dan menangis. Jangan
lupa sujud syukur beserta Qiuck Count abal2 nya ya tong. (yb/dtk/foto: ilustrasi)
