BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Kesempatan berkunjung di Kota Banjarmasin untuk kampanye terbuka di Stadion 17 Mei,
Rabu (27/3) sore, rupanya tak disia-siakan capres 01, Jokowi, untuk bersilaturahmi
dengan ulama dan tokoh-tokoh Banua.
Pertemuan pasangan KH Mar’uf Amin dalam kontestasi Pilpres 2019,
17 April mendatang, dilakukan secara tertutup di Hotel Mercure, tempatnya menginap,
Rabu (27/3) malam selepas Shalat Isya.
Di lokasi pertemuan, tampak tokoh agama dan kepala daerah, seperti
Guru Khalilurrahman, H Sahbirin Noor, Mardani H Maming, Yusril Ihza Mahendra, dan
ulama lainnya.
Menurut Ketua Umum DPD PDI Perjuangan Kalsel, Mardani H Maming, pertemuan dalam rangka silaturahmi dan
mengajak ulama untuk ikut memerangi hoaks alias berita bohong.
|”Pak Jokowi resah atas isu negatif yang belakangan cukup gencar menyerang
dirinya,” ujar anggota TKN Jokowi-Ma’ruf Amin itu.
Misalnya, lanjut mantan Bupati Tanah Bumbu dua priode itu, isu
Jokowi dibilang PKI. Padahal saat Jokowi umur lima tahun, partai terlarang itu
sudah dibubarkan. Bahkan pembubarannya pun dengan Tap MPR.
“Lalu ada kabar adzan mau dihilangkan, kolom agama juga mau
dihilangkan. Itu semua hoaks,” tegas salah satu tokoh muda Kalsel itu.
Disinggung pertemuan untuk memobilisasi ulama agar memberikan
dukungan kepada Jokowi-KH Mar’uf Amin, dengan tegas ditepis Mardani.
Menurut Mardani, sudah seharusnya tokoh agama di Kalsel menjadi
panutan, dan bisa ikut sama-sama memerangi hoaks yang menyesatkan masyarakat.
“Ulama ini kan tahu mana yang bujur (benar) dan mana yang hoaks. Sebagai panutan, mereka yang
bisa menjelaskan ke masyarakat,” pungkasnya.
Sementara menurut salah satu ulama Kalsel sekaligus juga Bupati
Banjar, KH Khalilurrahman, hoaks sulit dibendung karena penyebarannya sangat
mudah di era keterbukaan informasi sekarang ini.
“Namun demikian, kita dituntut agar lebih pandai memilah mana isu yang benar dan positif,” imbuhnya. (yb/bjh/dm/foto: ist)
