BANJAR, banuapost.co.id–
Objek wisata di Kabupaten Banjar benar-benar memanjakan rombongan Kedubes RI
untuk Finlandia dan Estonia yang berada di provinsi ini sejak Selasa lalu,
Kamis (14/3).
Meski gagal mendapatkan matahari terbit dari puncak
Tahura Mandiangin, para rombongan sangat menikmati udara asli dan sejuk yang
berhembus.
Finlandia yang terkenal dengan pengelolaan hutannya yang
bagus, tidak melewatkan untuk ikut dalam gerakan Revolusi Hijau yang
digelorakan Pemprov Kalsel.
Rombongan menanam 4 pohon jenis meranti sorea sp di
kawasan Tahura Mandiangin. Usai menanam, rombongan menuju Pesanggrahan Belanda
untuk menyantap sarapan dan mengunjungi penangkaran rusa serta mencoba
menikmati mengisap madu kelulut langsung dari sarang lebah.
Thea Karin, penyiar KUKU Radio di Finlandia, mengaku
sebagai pengalaman pertamanya mengisap
madu langsung dari sarang dan merasakan sensasinya.
“Saya sangat antusias. Kenapa bisa lebah-lebah ini tidak
menggigit ketika kita sedang mengisap madunya. Ini beda sekali dengan di
Finlandia,” ucapnya sambil tertawa.
Puas berjalan-jalan di kawasan sekitar Tahura Mandiangin,
rombongan melanjutkan perjalanan ke daerah Riam Kanan, Kecamatan Aranio.
Menggunakan kapal wisata milik Dinas Kehutanan Kalsel,
rombongan berkunjung ke Pulau Rusa dan Pulau Bekantan yang dalam beberapa bulan
lagi akan dibuka untuk umum.
Di Pulau Bekantan, rombongan sangat bersemangat dan gemas
melihat tingkah polah 4 bekantan yang akan dikembangbiakan.
Paulina Hulkko, yang merupakan Profesor dari Tampere
University Finlandia, mengaku senang dapat langsung memberikan minuman susu melalui
dot layaknya bayi kepada hewan unik itu.
“Mereka lucu dan khas sekali. Ini harus dijaga dan
dikembangbiakan, mengingat jumlahnya yang sudah tidak lagi banyak” Hulkko.
Selesai dari kedua pulau, rombongan melanjutkan
perjalanan ke Desa Belangian dengan kapal yang sama. Menuu desa ini setidaknya
memakan waktu selama 1 jam.
Di Desa Belangian, rombongan di sambut tarian adat Banjar
dan pencak silat oleh warga Desa, serta menikmati makan siang.
Selanjutnya rombongan diajak menuju ke Pegunungan Kahung
untuk melihat pohon besar jenis meranti menggunakan motor trail.
“Kami ingin memberitahu dunia, Kalsel memiliki ecotourism yang tidak kalah dengan daerah di Indonesia lainnya, bahkan luar negeri,” jelas Hanif Faisol Nurofiq, Kadishut Kalsel, yang mendampingi rombongan. (dev/foto: hum)
