PELAIHARI,
banuapost.co.id– Tidak sampai 1 x 24
jam, jajaran Polres Tanah Laut berhasil mengungkap kasus bayi munggil yang
sempat dirubung semut di semak di kawasan RT 1 Desa Liang Anggang, Kecamatan
Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Tujuh jam setelah ditemukannya bayi yang baru
dilahirkan itu, polisi mengamankan sang ibu.
Bintang,
bukan nama sebenarnya, yang belum genap berusia 18 tahun, diamankan sekitar
pukul 15:00 Wita di rumahnya di kawasan RT 1 Desa Liang Anggang, atau sekitar
100 meter dari lokasi penemuan sang bayi .
Warga
sekitar lokasi kejadian membenarkan petugas telah menjemput Bintang, wanita
jebolan sebuah Madrasah Tsnawiyah itu, untuk menjalani pemeriksaan di Mapolsek Bati-Bati.
Bintang
saat ditemui di Polsek Bati-Bati mengaku menyesal dengan apa yang telah
dilakukannya. Bahkan ia mengaku sudah ingin melapor kalau ibu dari bayi
itu dirinya. Namun keburu petugas menjemputnya.
“Saya
mendengar warga ribut-ribut menemukan bayi masih hidup, sudah berniat untuk
menyerahkan diri ke polsek,” kata Bintang yang ditemui di Mapolsek Bati Bati.
Ia
juga menceritakan kenapa sampai membuang darah dagingnya itu. Bintang mengaku panik
karena sejak lahir pada pukul 15:00 Wita, Selasa (7/5). hanya mendengar sekali
suara tangis anaknya itu. Setelah itu diam tak bergerak.
Panik
mengira anaknya mati, ia segera membungkus ari-ari dengan plastik dan menyelimuti anaknya dengan
daster (bukan sarung, Red.) berwarna pink. Sekitar pukul 18:00 Wita, ia
meletakkan anaknya di kebun milik H Mahat Kasan.
Ketika
ditanya siapa ayah dari bayi yang dilahirkannya itu, Bintang mengaku pernah
berhubungan dengan seorang pemuda H dari Desa Ujung Baru, Kecamatan Bati-Bati.
Kemudian ia menikah dengan Fah, warga Kandangan, Hulu Sungai Selatan.
Perkawinan
atas desakan orangtua ini, menurut Bintang, hanya bertahan tiga bulan. Meski
menikah dengan Fah, Bintang merasa yakin anak yang dikandungnya hasil hubungan
dengan pemuda H.
Sementara
Kapolsek Bati-Bati, Iptu Sulaiman, tidak berani mengungkapkan panjang lebar hasil
pemeriksaan pihaknya atas kasus yang sempat menggegerkan itu.
“Sudah
kami amankan sekitar pukul 15:00 Wita. Saat ini masih diperiksa, sebagaimana instruksi
pimpinan untuk segera mengungkap kasus ini,” ujar Iptu Sulaiman.
Seperti
diberitakan sebelumnya, warga RT 1 Desa Liang Anggang, Kecamatan Bati-Bati
digegerkan dengan penemuan bayi yang hanya berbungkus daster di semak di kebun
milik H Mahat Kasan. Pemilik kebun itu pula yang menemukan bayi dan
memberitahukan kepada warga sekitar. (zkl/foto:
zul yunus)
