MARABAHAN, banuapost.co.id–
Wakil Bupati Barito Kuala (Batola), H Rahmadian Noor, berjanji akan terus
melakukan pembenahan kondisi pasar di Marabahan agar tidak terlihat semrawut
lagi.
Statemen tersebut disampaikan orang nomor dua di jajaran
Pemkab Batola, saat menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (21/5), terkait
kondisi pasar di ibukota kabupaten yang terlihat masih semrawut. Padahal tahun
lalu, sudah dibangun dua buah pasar yang baru bernilai hampir Rp9 miliar untuk
menampung para pedagang.
Sebut saja pasar ikan di kawasan Jalan Panglima Wangkang.
Kondisi terkini, penjual ikan masih banyak belum menepati lapak. Sebagian
memilih berjualan di luar area bangunan, sehingga kembali membuat kesan kumuh
lagi.
Begitu juga Pasar Rakyat bagian Timur yang dibangun
dengan dana sekitar Rp 5 miliar, nyatanya lapak di bagian dalam justru menjadi
tempat parkir motor. Hanya beberapa pedangang yang menempati lapak jualanya.
Selebihnya banyak kosong.
“Pasar Ikan di Wangkang itu, sebelumnya pedagang
mengeluh lapak penjualan iklan terlalu tinggi. Sehingga sebagian memilih
berjualan di bagian lantai dan ada juga di luar, terutama saat lepas penjagaan
Satpol PP,” imbuh wabup.
Sesuai permintaan pedagang, sebut wabup, pemkab akan
merehab lapak agar tempatnya menjadi rendah.
“Waktu belum ada pemeriksaan BPKP, kita tidak bisa
otak-atik bangunan. Karena bisa jadi temuan. Nah karena ini sudah diperiksa, kita
akan realisasikan keinginan pedagang,” tandas wabup.
Sementara tentang pasar Rakyat Timur, wabup mengaku masih
ada penambahan bangunan di kawasan itu agar bisa menampung PKL yang selama ini
menggelar dagangan di jalan.
Sedang di Pasar Baru Marabahan, secara perlahan-lahan
juga terus dibenahi. Salah satunya penempatan pedagang pakaian ke bagian atas,
agar semuanya terkumpul dalam satu zona.
“Selama ini pedagang pakaian lokasinya
terpisah-pisah. Satu di bagian atas dan satunya lagi di bagian bawah,”
ujar wabup. (rd/foto : ist)
