PELAIHARI, banuapoat.co.id – Guna menghindari adanya kegiatan penangkapan ikan menggunakan bahan, alat, atau cara yang merusak sumber daya ikan dan ekosistem perairan (destructive fishing). Tim Gabungan Kabupaten Tanah Laut (Tala) menggelar patrol bersama di beberapa titik, Senin (6/7) malam.
Upaya menjaga kelestarian sumber daya perikanan dan ekosistem perairan darat, menyasar area krusial di Perairan Wilayah Desa Ujung Batu dan Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari serta Desa Ranggang Kecamatan Takisung.
Patroli terpadu ini melibatkan sinergi antar instansi, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tala, Satpol PP dan Damkar Tala, serta Satpolairud Polres Tanah Laut.
Langkah ini diambil untuk menekan angka penangkapan ikan secara ilegal dengan metode yang merusak.
Di wilayah perairan darat, ancaman terbesar terhadap populasi ikan bukan sekadar masalah perizinan, melainkan metode penangkapan yang tidak ramah lingkungan.
Tim gabungan terus mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas berbahaya seperti ,Penyetruman (Electro Fishing), Peracunan (Poisoning) Penggunaan bahan kimia berbahaya seperti potas (sianida) atau racun alami (akar tuba), Penggunaan Bahan Peledak (Bom Ikan).
Meski identik dengan wilayah laut, penggunaan bom rakitan skala kecil terkadang masih ditemukan di lubuk-lubuk dalam sungai atau danau. Efek ledakannya menghancurkan total struktur dasar perairan dan habitat ikan.
Melalui patroli yang dimulai pukul 21.00 WITA hingga selesai ini, petugas tidak hanya melakukan pengawasan fisik di lapangan, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat dan warga sekitar.
Diharapkan dengan adanya pengawasan ketat dan kesadaran masyarakat, kelestarian perairan di wilayah Tanah Laut dapat terus terjaga demi keberlanjutan sumber penghidupan generasi mendatang. (zkl/foto: ist)