BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Sejak awal Ramadhan 1440 H, penumpang
kapal laut rute Banjarmasin – Surabaya, Jawa Timur, mengalami lonjakan hingga
300 persen.
Sebelum Ramadhan, jumlah penumpang rute tersebut,
berkisar 100 orang. Namun sejak awal Ramadhan, penumpang tujuan Pelabuhan
Tanjung Perak, Surabaya dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, lebih dari 300-an
orang.
“Diperkirakan melonjaknya jumlah penumpang kapal laut, akibat
mahalnya tiket pesawat ke beberapa kota tujuan di Indonesia dari Bandara
Syamsuddin Noor,” ujar Kepala Cabang Banjarmasin PT Dharma Lautan Utama (DLU),
Anton Wahyudi, Senin (13/5).
Diprediksi lonjakan penumpang kapal laut ini, lanjut
Anton, akan terus terjadi hingga arus mudik dan balik lebaran tahun ini.
Mengantisipasi prediksi lonjakan tersebut, PT DLU salah
satu operator ferry roro yang melayani rute Banjarmasin – Surabaya dan
sebaliknya, menyiapkan satu kapal cadangan di luar dua kapal yang saat ini
beroperasi.
Ferry roro cadangan tersebut, KM Kumala berkapasitas 1.100
penumpang yang juga bisa mengangkut 90 kendaraan termasuk truk.
Sedang dua kapal yang saat ini beroperasi, yakni KM
Dharma Kartika 9, berkapasitas 1.700 penumpang dan 300 kendaraan bermotor.
Serta KM Kirana 9 berkapasitas 1.300 penumpang dan 150 kendaraan bermotor.
“Untuk arus mudik, diperkirakan mulai terjadi pada
H-15 lebaran,” kata Anton.
Seperti musim mudik sebelumnya, diakui Anton, tahun ini
bakal ada kenaikan harga tiket kapal laut. Untuk arus mudik tahap pertama ini,
harga tiket masih sama dengan harga normal sebelumnya, Rp 280.000 untuk
penumpang dewasa.
Memasuki tahap kedua mulai 17 Mei atau H-19 nanti, tiket
kapal laut nantinya diangka Rp 368.000 untuk penumpang dewasa. Sedang tahap
ketiga, mulai H-10 atau 26 nanti hingga hari H lebaran, harga tiket penumpang
dewasa Rp 440.000 per orang.
Agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan, para
penumpang kapal laut disarankan untuk membeli tiket secara online. Untuk
penjualan tiket online ini, sudah ada aplikasi yang bisa didownload gratis oleh
pengguna ponsel pintar android di playstore.
“Penjualan tiket online ini, untuk mempermudah calon
penumpang. Agar mereka tidak perlu antri membeli tiket di kantor cabang kami.
Selain itu, untuk menghindari calo,” ujar Anton.
Selain itu, dengan pembelian tiket online, maka calon
penumpang kapal laut, datang ke pelabuhan saat mendekati jadwal keberangkatan.
Hal ini, mengantisipasi penumpukan penumpang di pelabuhan yang kerap terjadi di
musim mudik lebaran. Akibat calon penumpang lebih dulu tiba di pelabuhan, baru
kemudian mengantri beli tiket di loket atau kantor cabang perusahaan pelayaran.
(emy/foto: iman)
