PELAIHARI,
banuapost.co.id– Ketegangan anggota Banser
dan anggota Front Pembela Islam (FPI) Tanah Laut, akhirnya diselesaikan di Mapolres
Tala, Senin (13/5).
Permasalahan
berawal dari postingan Yudha Yordania, warga Pelaihari di WA grup, yang membuat
tidak nyaman anggota FPI Tala.
Namun
ketidaknyamanan ini dengan sigap ditangani jajaran Polres Tala. Kedua anggota
ormas ini ditemui, hingga ada kesepakatan penyelesaiannya di Mapolres Tanah
Laut.
Pada
mediasi yang dihadiri langsung Kapolres Tala, AKBP Sentot Adi Dharmawan, Yudha
Yordania meminta maaf langsung dihadapan Ustadz Zainal Abidin selaku Panglima
Daerah LPI Kalsel dan Penanggung jawab FPI Tala.
“Saya
memohon maaf kepada seluruh pengurus FPI, atas kesalahan yang telah saya buat,”
ujar Yudha.
Ustadz
Zainal Abidin didampingi para anggota FPI lainnya, menyambut baik pernyataan
maaf yang disampaikan Yudha Yordania.
“Kalau
seseorang sudah memohon maaf, tidak ada alasan lagi untuk memperpanjang,” kata
Ustadz Zainal.
Bahkan
Ustadz Zainal Abidin berharap ke depannya, FPI dan Banser dapat bekerja sama.
Ia juga berterima kasih dengan pihak Kepolisian yang dengan sigap menanggapi
permasalahan ini.
Kapolres
Tanah Laut, AKBP Sentot Adi Dharmawan, membenarkan sudah melakukan mediasi
antara GP Ansor dan FPI Tala agar permasalahan di media sosial yang sempat
membuat tidak nyaman pengurus FPI ini, tidak lagi berkembang kemana-mana.
“Mudahan
sudah selesai sampai dipertemuan ini dan tidak berkembang kemana-mana. Apalagi
keduanya sudah saling kenal,” kata kapolres.
Menurut
kapolres, pihaknya merasa perlu untuk mempertemukan kedua belah pihak, supaya
situasi kondusif di Tala bisa tercipta.
“Apalagi
paska pemilihan umum ini, tentunya perlu mendapat dukungan seluruh elemen
masyarakat,” imbuhnya.
Pertemuan
antara Yudha Yordania dengan Pengurus FPI ini, selain disaksikan Kapolres Tala,
juga dihadiri Umar Sajali, Ketua GP Ansor Tala. (zkl/foto: zul yunus)
