PELAIHARI, banuapost.co.id– Aniya (27), wanita yang tengah hamil tua, nyaris
kehilangan nyawa akibat gorokan begal yang dipergokinya.
Peristiwa naas itu dilalami warga Jl
Pembangunan, Desa Sungai Rasau, Kecamatan Bumi Makmur, Tanah Laut, Minggu (5/5)
malam sekitar pukul 20:00 Wita.
Ketika itu, Aniya yang tinggal sendiri di
dalam rumah, dikejutkan dengan bunyi orang di bagian belakang rumah orangtuanya.
Penasaran, karyawan sebuah Bank di Kecamatan Bati-Bati, bergegas keluar menuju
arah suara.
Aniya melihat seseorang berusaha masuk ke
dalam salah satu kamar. Aniya pun mencoba kabur keluar, namun ditahan tamu tak diundang itu.
“Saya mencoba keluar, tapi ditariknya sehingga
tertahan. Orang itu mencoba menusukkan pisau ke arah perut, namun berhasil saya
hindarkan dengan berbalik badan,” kata Aniya sambil menunjukkan ada bekas
goresan di perutnya yang buncit.
Mukhlis, suami korban, saat dikonfirmasi,
Selasa (7/5) siang, mengungkapkan, saat kejadian ia dan kedua mertuanya tengah
menunaikan Shalat Taraweh di Mesjid At Taqwa yang bersada tepat di depan rumah.
“Pada rekaat keenam, tiba-tiba ada seseorang
menepuk bahu saya dan menyuruh untuk segera kembali ke rumah,” ujar Mukhlis
yang bekerja sebagai pengajar di SMPN 1 Kurau itu.
Menurut Mukhlis ia sempat kaget melihat banyak
warga di depan rumah dan mengatakan ada maling masuk rumah. Ia belum sadar
kalau istrinya sudah dilarikan ke puskesmas.
“Namun saat di dalam rumah tidak melihat ada
orang. Saya hanya melihat ada pisau dapur tergeletak di lantai,” ujar Mukhlis
yang mengaku langsung ke puskesmas menyusul istrinya.
Hafiz, tetangga yang pertama kali melihat dan
menolong korban, mengaku mendengar seperti orang jatuh. Ia kemudian bergegas
mendatang rumah yang ditempati keluarga Aniya.
“Saya tidak memperhatikan korban saat berpapasan.
Saya terus ke belakang menduga ada orang lain. Namun korban berteriak mengaku mengalami
luka,” ujar Hafiz.
Karena pengakuan terluka, Hafiz meminjam motor
tetangga dan membawa korban ke puskesmas rawat inap di Desa Kurau.
“Tahu korban yang terluka, saya bergegas
membawanya ke puskesmas, setelah sebelumnya meminta bantuan bidan terdekat,”
kata Hafiz yang mengaku langsung melaporkan kejadian ke kantor polisi.
Aniya yang lehernya mendapat 13 jahitan, saat
ini sudah kembali ke rumah orangtuanya di Desa Sungai Rasau untuk menunggu
kelahiran anak pertama yang tinggal hitungan hari saja lagi. (zkl/foto: zul yunus)
