PELAIHARI, banuapost.co.id–
Jabang bayi yang sempat dirubung semut, gegerkan warga RT 1, Desa Liang
Anggang, Rabu (8/5). Bayi ditemukan di semak hanya beralaskan sarung dan
dilindungi karung goni.
Bayi dengan berat 2,5 kg dan panjang 48 sentimeter itu,
ditemukan Haji Mahat Kasan sekitar pukul 08:00 Wita, ketika ingin membersihkan
semak di kebun belakang rumahnya.
“Awalnya saya ingin membersihkan rumput yang menutupi
tanaman saya. Saat saya mengayunkan parang, mendengar suara, tapi bukan suara
burung,” kata Mahat Kasan memulai ceritanya.
Setelah suara ditemukan, Mahat Kasan mengaku kaget.
Karena suara bersumber dari jabang bayi yang sebagian tubuhnya masih ditemukan
noda darah dan mulai dirubung semut.
“Karena tidak berani mengangkatnya, saya terpaksa
memanggil tetangga dan bidan terdekat,”
jelas Mahat Kasan.
Bidan Syarifah Indriani yang bertugas di Puskesmas
Pembantu Liang Anggang, langsung menangani bayi yang diperkirakan baru sekitar 5 jam di buang.
“Saat saya lihat ada tali pusar yang belum putus,
lalu saya potong sesuai keahlian saya,” kata bidan Syarifah.
Menurut bidan Syarifah Indriani, awal ditemukan di
beberapa bagian tubuh mungil bayi itu dtemukan semut. Bahkan di antaranya masih
menempel menggigit.
“Saya sempat bersihkan dan diberi minyak kayu putih untuk
menghilangkan bengkak dan gatalnya,” jelas Syarifah.
Saat ini, bayi itu sudah dibawa anggota Polres Tala untuk
menjalani pemeriksaan di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. Polisi masih menelusuri
siapa gerangan orangtua yang kehilangan kewarasannya hingga membuang darah
dagingnya sendiri. (zkl/foto: ist)
