MARABAHAN, banuapost.co.id–
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Kuala, Drs Syamsul Arifin, mengkhawatirkani
kondisi Jembatan Alalak II yang sering dilewati secara diam-diam oleh truk
bermuatan lebih, terutama pada jam-jam tertentu.
“Padahal kami sudah memasang rambu-rambu, bahkan
portal truk dengan tinggi 2,5 dan 6 ton berat muatan, dilarang melintas. Namun
tetap saja ada sopir yang membandel. Mereka biasa melintas tengah malam,”
ungkap Syamsul.
Dengan kondisi demikian, lanjut Syamsul, diharapkan
kesadaran warga masyarakat, terutama sopir truk yang akan melintasi Jembatan
Alalak II, agar mematuhi rambu maupun imbauan dari Dinas Perhubungan.
Menurut Syamsul, Jembatan Alalak II memiliki kondisi
pondasi yang terbatas. Sehingga tidak layak dilewati truk bermuatan besar.
Belum lagi jika truk tersangkut di portal jembatan ketika berani melewati jalur
tersebut.
“Jembatan Alalak II selain merupakan jalur yang menghubungkan
Kalsel dan Kalteng, juga merupakan jalur vital perekonomian Kabupaten Barito
Kuala,” jelasnya.
Karena itu Jembatan Alalak runtuh, sambung Syamsul, maka
akan berdampak besar pada perekonomian Kabupaten Barito Kuala.
“Oleh sebab itu untuk menghindari kejadian buruk, Dinas
Perhubungan akan segera bertindak memberikan solusi dengan memperkuat portal
yang telah ada,” tegasnya.
Selain itu, imbuh Syamsul, Dinas Perhubungan akan
berkoordinasi dengan Polres Barito Kuala agar dapat dibentuk tim pengamanan Jembatan
Alalak, terutama malam hari.
“Pengamanan sebenarnya sudah ada. Namun saat dini hari
menjadi kesempatan truk-truk tonase besar lewat,” ujar Syamsul. (rd/foto: ist)
