BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Perasaan senang dirasakan pasangan suami istri, Masnan (40) dan Masitah (39). Kegembiraan
dirasakan keluarga petani asal Desa Kerapu, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten
Banjar, setelah mendapat kepastian anak ketiga mereka, Muhammad (6), bisa
menjalani operasi bibir sumbing.
Apalagi mereka tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun
untuk operasi itu. Karena Muhammad masuk dalam salah satu dari 29 penderita
bibir sumbing dan celah langit yang terdaftar di Bakti Kesehatan Sosial HUT
Bhayangkara ke-73.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur anak kami bisa
dioperasi,” kata Masnan didampingi istrinya, Masitah, seraya mengucapkan
terima kasih usai dikunjungi Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, di RS
Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso, Senin (17/6).
Masnan mengaku sudah lama punya keinginannya untuk
menyembuhkan bibir sumbing yang diderita salah satu anaknya tersebut.
Namun niatnya itu baru bisa terlaksana dengan adanya
operasi bibir sumbing gratis ini. Karena bila harus membayar sendiri, biayanya
teramat besar.
“Kata orang, biayanya untuk operasi bibir sumbing
bisa mencapai Rp 20 juta lebih. Sedang saya, cuma seorang petani. Tidak punya
uang sebanyak itu,” kata Masnan.
Masnan mengetahui adanya operasi bibir sumbing gratis ini
dari Ketua RT di tempat tinggalnya, yang merupakan seorang anggpta Polri. Kemudian
ia mendaftarkan anaknya diantar pembakal (kepala desa,-red) di desanya.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, mengatakan, meski
dilaksnakan serentak di seluruh Indonesia, kegaiatan ini merupakan bentuk
kepedulian jajarannya terhadap kesehatan masyarakat di banua.
“Kita berharap, mereka yang sudah menjalani operasi
semakin muncul rasa percaya dirinya untuk berada di tengah-tengah
masyarakat,” kata Yazid yang mengunjungi para pasien didampingi istrinya,
Ranny Yazid Fanani. (emy/foto: deny
yunus)
