BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Dalam rangka HUT Bhayangkara ke-73, RS Bhayangkara di seluruh Indonesia
menggelar aksi sosial, operasi kelainan lognental celah bibir dan
langit-langit.
Operai bibir sumbing ini memecahkan rekor MURI, karena
total dilakukan secara serentak pada 700 lebih pasien. Sementara untuk RS
Bhayangkara Polda Kalsel, Hoegeng Imam Santoso, yang bekerjasama dengan Persatuan
Ahli Bedah Mulut dan Maxilofical Indonesia (PABMI), serta Smile Train, sebanyak
29 pasien.
Menurut Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol Erwin, sebelumnya
lebih 29 penderita bibir sumbing dan celah langit-langit yang mendaftar.
Namun karena alasan kondisi kesehatan mereka yang tidak
memungkinkan, maka hanya 29 pasien yang dioperasi selama tiga hari pelaksanaan.
Untuk di Kalsel, 29 penderita celah bibir dan celah
langit-langit yang ikut operasi gratis selama tiga hari ini, 11 dari
Banjarmasin. Sisanya dari wilayah 10 polres yang ada di Kalsel.
“Untuk mereka yang tidak bisa dilaksanakan operasi
kali ini, masih ada kesempatan di momen bakti kesehatan sosial
berikutnya,” kata Erwin.
Selain melaksanakan operasi, pihaknya juga melakukan
tindakan lain terhadap bekas penderita. Karena untuk kasus ini, meski si
penderita sudah dioperasi, masih perlu pendampingan untuk meningkatkan kepercayaan
diri mereka.
Menurut Ketua PABMI Kalselteng, drg Irham Taufikurahman,
penderita celah bibir dan celah langit-langit cukup banyak. Khususnya di Hulu
Sungai Utara (HSU), yang menjadi kabupaten ketiga tertinggi penderita celah
bibir dan langit-langit di Indonesia.
“Penyakit ini disebabkan banyak faktor. Bisa karena
faktor genetic, bisa juga karena virus, serta kontaminasi zat-zat,” jelas Irham.
(emy/foto: imn)
