MARTAPURA, banuapost.co.id–
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, memohon doa agar pembangunan penataan makam
Datu Kelampayan berjalan lancar dan selesai sesuai rencana.
Permohonan doa itu diungkapkan gubernur pada Haul ke-213
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary di Masjid Tuhfaturoghibin, Desa Dalam Pagar
Ulu, Martapura, Kabupaten Banjar, Senin
(10/6).
Menurut Paman Birin, sapaan familiar Gubernur Kalsel itu,
jika penataan makam selesai tepat waktu,
diharapkan akan bisa memberikan kenyamanan bagi para jemaah, serta dapat
memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
“Ulun memohon doa dari pian sabarataan, semoga
penataan makam Datu Kelampayan ini dapat berjalan dengan lancar dan selesai
tepat waktu,” tandasnya.
Penataan makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary atau Datu Kelampayan, lanjut gubernur, merupakan
salah satu wujud kecintaan masyarakat Kalsel yang mayoritas beragama Islam terhadap
ulama.
“Sebagai masyarakat Kalsel kita bersyukur dan berbangga memiliki banyak
ulama. Salah satunya Datu Kelampayan yang sangat dicintai masyarakat dari
generasi ke generasi,” ujarnya.
Bukti dari kecintaan terhadap ulama, Pemprov Kalsel
menata kembali makam Datu Kelampayan sehingga nantinya dapat memberikan
kenyamanan bagi para peziarah yang datang dari berbagai daerah maupun dari luar
negeri.
Di depan para alim ulama, habaib, tokoh masyarakat, dan
puluhan ribu jemaah haul, Paman Birin mengajak untuk meneladani sosok Syekh
Muhammad Arsyad Al-Banjary.
Terutama keteladanan dalam menuntut ilmu, mengamalkan
ilmu agama, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga
tercipta kedamaian dan keteguhan persatuan dan kesatuan. (rny/foto: hum)
