OSAKA, banuapost.co.id–
Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota
Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman. Pertemuan digelar di
sela-sela hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di INTEX, Osaka,
Jepang, Sabtu (29/6).
Dalam pertemuan tersebut, presiden mengemukakan beberapa
hal. Pertama terkait dengan rencana pembentukan Dewan Konsultasi Tingkat Tinggi
yang diusulkan pihak Arab Saudi.
Sebagai tindak lanjut dari keseriusan Indonesia dalam hal
itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah membahasnya dengan Menteri Luar
Negeri Arab Saudi, Ibrahim bin Abdulaziz Al-Assaf, saat keduanya bertemu di
sela-sela pertemuan OKI di Jeddah, 29 Mei lalu.
“Saya berharap pembentukan dewan tersebut dapat
diresmikan bersamaan dengan kunjungan Yang Mulia ke Indonesia yang sempat
tertunda,” ujar presiden.
Isu kedua yang diangkat presiden, sebagaimana rilis yang
diterima redaksi banuapost.co.id dari Deputi
Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, adalah
kerjasama antara Pertamina dengan Aramco.
Terkait hal ini, menteri luar negeri kedua negara telah
membahasnya di Jeddah dan bersepakat untuk mendorong pertemuan tingkat menteri
kedua negara.
Sebagai tindak lanjutnya, Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral, Ignasius Jonan, Menteri BUMN, Rini Soemarno, dan Direktur Utama
Pertamina, Nicke Widyawati, telah melakukan pertemuan dengan Menteri Energi
Arab Saudi, Khalid Al-Falih, di sela-sela Pertemuan Menteri Energi G20, 16 Juni
lalu di Jepang.
Diharapkan pembahasan kerjasama sudah dapat selesai pada
bulan Oktober mendatang. Sehingga kerjasama dapat segera dilakukan. Indonesia
juga siap untuk mengirimkan tim untuk membahas kerjasama lain, misalnya di
bidang petrokimia.
Dalam kesempatan tersebut, presiden juga menyampaikan
keinginan Indonesia untuk turut berpartisipasi dalam revolusi ekonomi untuk
mencapai visi Saudi 2030.
Saat ini Indonesia memiliki dua BUMN, yaitu Wijaya Karya
dan Waskita Karya, yang telah berpengalaman dan memiliki kantor perwakilan di
Arab Saudi.
“Saya sampaikan, BUMN konstruksi Indonesia siap untuk
mendukung pembangunan di sektor perumahan ataupun untuk konstruksi proyek-proyek
NEOM,” tutur Kepala Negara.
Selain itu, presiden juga menyampaikan minat Indonesia
untuk terlibat dalam proyek sektor perkeretaapian Arab Saudi. Untuk itu,
Presiden ingin agar tim dari kedua pihak bisa bertemu untuk membahas hal ini
secara khusus. (yb/din/foto: laily rachev)
