BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Jumlah penumpang kapal laut di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, pada arus mudik
dan balik lebaran kali ini, mengalami lonjakan dibanding tahun lalu.
Salah satu penyebabnya, banyak pemudik yang memilih
angkutan laut karena harga tiketnya terjangkau dibanding pesawat yang harga
tiketnya melambung tinggi.
Samidi, salah satu pemudik yang mengaku memilih kembali
ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah, dengan kapal laut tujuan Surabaya.
“Tahun-tahun sebelumnya, kadang saya dan keluarga pulang
dengan pesawat. Tapi untuk tahun ini, memilih kapal laut. Tiketnya terjangkau
disbanding pesawat yang sangat mahal,” kata Samidi ditemui usai turun dari KM
Kumala dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, yang sandar di Pelabuhan
Trisakti, Banjarmasin, Minggu (9/6).
Diakui Samidi, untuk harga tiket kapal laut di arus mudik
dan balik ini, memang mengalami kenaikan. Dari biasanya sekitar Rp 200 ribuan,
kali ini ia harus membayar Rp 400 ribu.
“Belinya di travel. Mahal dari biasanya, tapi masih bisa
terjangkau untuk saya dan keluarga yang mudik tiga orang,” kata pria yang telah
lebih sepuluh tahun bermukim di Banjarmasin ini.
Pengakuan mahalnya tiket pesawat sehingga memilih mudik
dengan kapal laut, juga diakui Ratu, PNS salah satu perguruan tinggi negeri di
Banjarbaru.
“Tahun ini tidak cuma mahal, tiket pesawatnya juga tidak
ada. Kalau bisa tahun depan tidak terjadi lagi, biar kami juga bisa mudik pakai
pesawat,” ujar Ratu, yang juga menumpang KM Kumala setelah berlebaran di kampung
mertuanya di Banyuwangi, Jawa Timur.
Selain karena alasan tiket pesawat mahal, namun ada pula
penumpang kapal laut yang mengaku sudah biasa bepergian dengan moda
transportasi air ini. Khususnya di musim mudik lebaran. Salah satunya Wahyudi.
“Tiap tahun memang pakai kapal laut. Karena saya sama
keluarga membawa sepeda motor,” kata Wahyudi.
Menurutnya, dengan membawa serta sepeda motor, ia lebih
mudah menuju kampung halamannya di Nganjuk, Jawa Timur, setelah dari kapal yang
sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
“Tapi tahun ini tiket kapalnya agak susah dicari. Berbeda
dengan tahun-tahun sebelumnya. Mungkin karena tahun ini penumpang kapal juga
melonjak,” ujarnya.
Terjadinya lonjakan penumpang ini, diakui Kepala
Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU)
Banjarmasin, Anton Wahyudi.
Menurutnya, lonjakan penumpang sudah terjadi sejak awal
Ramadhan. Saat itu lonjakan penumpung sudah terjadi sekitar 300 persen dari
jumlah penumpang di hari biasa yang berkisar seratus orang.
“Sampai mendekati lebaran kemarin, lonjakan penumpang
terus terjadi. Namun kami tetap mengutaman keselamatan penumpang dengan tidak
melebih muatan. Misalnya untuk KM Kumala yang berkapasitas 1.100 penumpang,
kali ini jumlah penumpangnya hanya sebanyak 1.026 orang,” ujar Anton.
Upaya mengantisipasi lonjakan tersebut, perusahaannya
sebagai operator fery roro rute Banjarmasin – Surabaya, juga menambah armada.
Dari dua kapal menjadi empat kapal yang dioperasikan. (emy/foto: deny yunus)
