BATU AMPAR, banuaot.net–
Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Petani Swadaya Mandiri di Desa Tajau Mulya, Kecamatan
Batu Ampar, diprediksi beroperasi Juni 2020.
Pencanangan batu pertama pembangunan PKS ini dilakukan
Bupati Tanah Laut, H Sukamta, Senin (5/8). Hadir dalam acara tersebut, Dirjen Perkebunan yang diwakili oleh
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ir Dedi Junaedi.
Juga Gubernur Kalsel yang diwakili Asisten Bidang
Administarsi Umum H Heriansyah, Ketua Koperasi Sawit Makmur, Samsul Bahri dan perwakilan
PT Batu Gunung Mulia Putra (BGMP), Angga Yuda Prasetia.
Bupati Tala, H Sukamta, mengaku sangat mengapresiasi
pembangunan pabrik sebagai langkah yang tepat. Karena saat ini petani kelapa
sawit mandiri kesulitan menjual hasil panen. Pasalnya, PKS swasta lebih
mengutamakan hasil panen dari kebun initi dan plasma milik mereka.
“Petani kita tidak bisa maksa ke PKS swasta. Maka dari
itu jika punya PKS mandiri, petani akan
memproses hasil panennya di PKS milik petani sendiri,” jelasnya.
Begitu tepatnya keberadaan PKS Mandiri ini, Sukamta meminta
doa kepada seluruh masyarakat agar pembangunannya bisa berjalan dengan lancar.
“Kita doakan, semoga PKS milik kita ini cepat selesai dan
dapat digunakan. Karena jika PKS ini dapat berjalan, maka petani kelapa sawit
mandiri Tala akan sejahtera,” pungkasnya.
Sementara Perwakilan PT BGMP, Angga Yuda Prasetia, menjelaskan,
nilai investasi untuk pembangunan PKS sebesar Rp 230 miliar. Meliputi pembangunan pabrik,
komplek perumahan, jalan dan infratruktur penunjang lainnya.
“Nanti PKS memiliki kapasitas produksi 450 ton per jam
dan akan ditingkatkan lagi menjadi 60 ton per jam. Sedang untuk pembangunan, sudah
dimulai dari april lalu dan akan selesai Juni 2020,” jelsnya. (zkl/foto: ist)
