BATULICIN, banuapost.co.id–
Memotivasi minat baca, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sastra,
Komunitas Sahabat Mia Ismed menggelar lapak buku yang dapat dibaca secara
gratis.
Lapak buku kali ini juga masih serangkaian dengan acara Bimtek
Literasi Baca Tulis yang diadakan Balai Bahasa Kalsel bekerjasama dengan Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan Tanah Bumbu. Gelar lapak buku ini berlangsung tiga hari, 16
hingga 18 September mendatang.
Ratusan buku bestseller yang saat ini sedang diminati pasar
pembaca, dipajang. Bahkan di lapak ini, juga dihadirkan puluhan buku dari penulis-penulis
lokal. Buku tersebut dari berbagai gendre.
Berdasarkan pantauan, lapak buku ini cukup diminati peserta
Bimtek. Dominasi buku yang dibaca, sastra selain buku kependidikan.
Menurut Ngatmiatun, selaku koordinator aksi, lapak buku merupakan
upaya untuk memberikan atmosfer segar bagi kegiatan literasi di daerah,
terutama di kabupaten Tanah Bumbu. Menghadirkan buku-buku kualitas baik,
mengingat ketersediaan buku terbatas di daerah.
“Pada level kabupaten, kita akan sangat sulit menemukan
di pasaran buku-buku yang kualitasnya baik. Karena itu di kesempatan ini, kami
hadirkan,” ujarnya.
Momentum ini, lanjut pemilik nama pena Mia Ismed, merupakan sarana untuk memberikan suplemen bacaan
kepada pegiat literasi. Selain itu, lapak ini juga sekaligus sebagai wahana promosi
bagi penulis-penulis lokal.
“Kami secara tidak langsung ingin memberitahukan kepada pengunjung,
ini lho buku-buku yang ditulis penulis Banua, penuh khasanah dan bermuatanlokal,”
jelas Ngatmiatun yang juga merupakan salah satu Fasilitator Gerakan Literasi di
Kalsel.
Kegiatan lapak buku baca gratis ini, sambung Ngatmiatun, akan
terus digalakkan dengan melibatkan berbagai pihak. Keberagaman jenis buku yang
disajikanakan, senantiasa ditingkatkan. Agar aksi ini mendapat respon positif dari
relawan literasi.
“Kami sedang membangun jaringan untuk donasi buku. Kami
berkorespondensi dengan banyak penulis, terutama penulis lokal. Harapannya ke depan,
akan semakin banyak buku yang kami gelar untuk dibaca gratis pada kegiatan-kegiatan
yang beraromaliterasi,” tandasnya.
Sementara Kepala Balai Bahasa Kalsel, Imam Budi Utomo, mengapresiasi
aksi lapak buku ini. Menurutnya, dimanapun pembiasaan membaca harus terus digalakkan,
dalam rangka meningkatkan kualitas literasi yang berkoorelasi dengan kualitas peradaban.
“Negara akan semakin maju, jika warganya gemar membaca. Itu
tujuan gerakan literasi baca tulis,” imbuhnya.(uza/foto: ist)
