MARTAPURA, banuapost.co.id– ‘Perang’ dengan api lahan dan hutan (karhutla) yang terjadi di beberapa kabupaten/kota di Kalsel semakin berat, mengingat kemarau yang panjang menyebabkan keterbatasan air.
Untuk mengatasinya, Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani
dan pihak BPBD Kalsel dan TNI, terpaksa menjebol saluran irigasi Riam Kanan
guna disalurkan ke saluran buatan untuk membasahi ratusan hektare lahan gambut
yang menyala.
Penjebolan dilakukan Senin (15/9) sore sekitar pukul
15:20 Wita, ketika Pati Polri bintang dua ini melakukan pengecekan penanggulangan karhutla di Irigasi Kecamatan
Martapura Barat, Kabupaten Banjar.
Didampingi Irwasda Polda, Kadishut, Danrem 101/Antasari
dan Wakapolres Banjar, menurut kapolda, upaya yang dilakukan sekaligus juga untuk
menetralkan kembali udara yang ada di Kalsel.
“Salah satu caranya dengan membuat saluran-saluran
sekunder untuk mengalirkan air ke lokasi kebakaran. Pasalnya, tanah tempat
terjadinya kebakaran merupakan tanah gambut,” jelas kapolda.
Ditenggelamkan
Sementara Kadishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, mengakui
kegiatan pemadaman karhutla gambut, baik melalui pengeboman air helicopter,
maupun satgas darat, belum mampu memadamkan.Karena titik api berada jauh di
bawah tanah.
Untuk mengatasi api di bawah anah ini, Satgas Karhutla
Kalsel sepakat melakukan penenggelaman areal gambut yang terbakar. Caranya,
penutupan sementara aliran irigasi Riam Kanan dan mengalihkan airnya langsung
ke lokasi gambut yang terbakar.
Luas lahan gambut yang akan ditenggelamkan mencapai 900
hektare. Cara ini dinilai lebih praktis dan lebih murah dibandingkan pemadaman
melalui udara.
Sedang Kepala BPBD Kalsel, Wahyudi, mengatakan, luas karhutla
telah mencapai 3.545 hektare dan merata di 13 kabupaten/kota, kecuali Kota
Banjarmasin.
“Berbagai upaya maksimal sudah kita lakukan,
termasuk kegiatan doa dan salat minta hujan, agar bencana kekeringan dan karhutla
segera berakhir,” ujar Ujud, sapaan akrabnya.
Salah satu lokasi terparah, lanjut Ujud, kawasan lahan di
sekitar Bandara Syamsuddin Noor, Banjarbaru, yang merupakan lahan gambut.
Akibat karhutla di Guntung Damar, wilayah Kecamatan
Landasan Ulin ini, menimbulkan kabut asap yang mengakibatkan aktivitas penerbangan
dan transportasi terganggu. (yb/foto:
ist)
