BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Puluhan driver ojek online (ojol) kena tipu. Sama-sama mendapat orderan
mengambil barang di lokasi yang sama, kawasan Veteran, Banjarmasin Tengah,
Senin (2/9). Namun belakangan, orderan itu ternyata fiktif.
Diduga orderan itu berasal dari satu akun yang sama. Yakin
menjadi korban penipuan, para ojol mencari siapa pelakunya.
Meski tidak rugi material secara langsung, namun akibat
orderan ini, para ojol tidak bisa menerima orderan lain. Karena jika sang
driver yang membatalkan pesanan tersebut, mereka khawatir disanksi atau suspend
dari aplikator.
“Iya kami dapat orderan fiktif. Orderannya ekspres,
mengambil dan mengantar barang. Kalau dicancel, kami bisa kena sanksi. Kecuali
pelakunya yang mengcancel. Tapi kalau tidak dibatalkan, kami tidak bisa
menerima order lainnya,” kata Sarmula, salah satu driver ojol yang juga
menjadi korban.
Ojol lainnya, Selamet, juga menerima order yang sama.
Menerima ordernya sekitar jam 10. “Terus saya datangi lokasi pengambilan
barang, ternyata teman-teman lain banyak juga. Sedang yang memesan tidak
ada,” kata Selamet.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti bagaimana
orderan fiktif ini bisa terjadi. Selain itu, peristiwa ini baru pertama kali
terjadi dengan korban ojol yang jumlahnya cukup banyak. (emy/foto: ist)
