BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Kelangkaan gas ‘melon’, LPG 3 Kg, dan kondisi air PDAM Bandamasih, mendominasi
aduan warga di delapan lokasi yang diserap anggota DPRD Kalsel, Hj Dewi Dayanti
Said.
Politis Partai Golkar itu menemui konstituenya di delapan
wilayah dapil Banjarmasin yang telah memberikan suara dalam pileg 2019 lalu.
Selama masa reses itu, 12 hingga 15 November, putri birokrat
tulen yang juga Gubernur Kaslel ke-7 dua periode, Ir M Said, memang sengaja turun
langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi.
“Khusus untuk salah satu hajad hidup, air PDAM, umumnya
keluhan karena kurang bersih. Sehingga sulit digunakan untuk keperluan sehari-hari,”
ujar anggota Komisi II itu, ketika diminta penjelasannya sehubungan dengan
hasil resesnya selama empat hari itu, Jumat (15/11) sore.
Keluhan yang umumnya datang dari kaum ibu-ibu, lanjut ibu
rumah tangga bermata sayu ini, ditampung untuk selanjutnya di bahas bersama dalam
rapat-rapat komisi.
Reses yang dilakukan, diakui wanita berhijab ini, dalam
se hari sedikitnya tiga lokasi dikunjungi. Selain untuk menyerap langsung semua
keluhan, kegiatan juga disemarakan dengan demo membuat kue.
“Bahkan hingga pelatihan memasarkannya melalui digital menggunakan
smartphone,” jelasnya.
Khusus untuk demo membuat kue termasuk dengan pemasaran digital
menggunakan dawai, menurut Hj Dewi untuk memajukan kelompok-kelompok UMKM.
“Tentunyanya ke dapan untuk membangun ekonomi masyarakat
di daerah. Apalagi Komisi II DPRD Kalsel tengah membahas perda tentang pemberdayaan dan perlindungan
petani,” ucapnya.
Menurut Hj Dewi, terkait hutan dan pariwisata banyak keluhan
yang didapat, umumnya dari para buruh taninya. Karena lahan mereka banyak yang
dikuasai pengembang, sehingga petaninya tidak memiliki pekerjaan lagi.
Oleh sebab itu, imbuh Hj Dewi, ke dapan bisa menjadi pemikiran
pemda untuk melindungi, termasuk kemudahan mendapatkan pupuk dan alat-alat
digital bisa sampai ke petani. Sehingga tidak ada tenaga yang terbuang begitu
saja. (yb/sir/foto: ist)
