LAMPUNG, banuapost.co.id–
Kesadaran, kewaspadaan dan pendidikan akan kebencanaan, harus terus
disosialisasikan untuk meminimalisir banyaknya jatuh korban.
Hal tersebut dikemukakan Presiden Joko Widodo di Bandar
Udara Radin Inten II, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Jumat (15/11).
Menurut Kepala Negara yang terus memantau informasi
mengenai gempa yang terjadi di sekitar perairan Sulawesi Utara dan Maluku Utara,
Kamis (14/11) malam, telah direspons dengan antisipasi yang baik. Sehingga
minim kerusakan dan korban.
“Hal itu menandakan manajemen kebencanaan dan tingkat
kesadaran serta ketenangan warga dalam menghadapi bencana sudah semakin baik,”
ucap presiden.
Masyarakat sekarang, lanjut presiden, sudah lebih tenang
dan aparat manajemennya juga lebih baik. Sehingga ketenangan itulah yang mengurangi
korban-korban yang ada.
Sedari malam, Kepala Negara mengikuti perkembangan
terkini dari gempa yang diketahui berkekuatan M 7,1 pada pukul 23:17 WIB. BMKG pada pukul 23:33
WIB sempat merilis peringatan dini akan adanya potensi tsunami. Peringatan dini
diakhiri BMKG sekira pukul 01:45 WIB.
“Tadi malam saya mendapatkan laporan gempa telah
terjadi pukul 23:17 WIB. Saya ikuti sampai jam setengah tiga tadi malam,”
kata presiden.
Kesadaran masyarakat dan pendidikan kebencanaan, menurut
Kepala Negara, harus terus disosialisasikan untuk meningkatkan kewaspadaan
serta mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa dan kerusakan.
“Saya kira memang inilah yang harus terus disosialisasikan.
Karena kita sekarang menyadari, kita berada di ring of fire,” tandasnya.
Mengutip siaran pers Kepala Pusat Data, Informasi, dan
Humas BNPB, Agus Wibowo, BPBD Kota Ternate mencatat 19 bangunan mengalami kerusakan
ringan pascagempa tersebut.
Jumlah tersebut mencakup 15 rumah, 3 gereja, dan 1
sekolah. Di samping bangunan rusak, BPBD juga mencatat terdapat dua orang yang
mengalami luka ringan setelah peristiwa.
“Laporan terakhir yang saya terima, Alhamdulillah
tidak ada yang meninggal. Memang ada korban luka 2 orang, dan bangunan yang
rusak ada 19,” kata presiden. (yb/din/foto:
kris)
