BANJARMASIN, banuapost.co.id– Sore itu, mentari perlahan menuju ufuknya. Bersama redupnya sinar mentari, bocah-bocah Murung Selong asyik berenang di Sungai Martapura. Sungai yang memisahkan tempat tinggal mereka dengan kumpulan besar delta atau pulau kecil di Kota Banjarmasin.
Berada di satu sisi bantaran Sungai Martapura, Murung
Selong di Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, masih menyisakan
suasana kehidupan masyarakat Banjar tempo dulu. Seperti rumah-rumah di tepian
sungai yang dihubungkan titian kayu ulin antara satu dan lainnya.
Titian kayu ulin sepanjang sekitar lima ratus meter itu,
menjadi urat nadi aktifitas warga Murung Selong. Pagi, siang, sore dan malam.
Mulai dari yang berjalan kaki, pengayuh sepeda, hingga yang mengendarai sepeda
motor.
Namun beberapa tahun terakhir, mereka gelisah. Dihantui
kecemasan. Papan-papan kayu lantai titian itu, mulai banyak yang lapuk. Tidak
sedikit yang patah, hingga membuat lubang mengangga di tengah titian.
Akibatnya, tidak sedikit warga yang terperosok dan menyebabkan korban luka.
Lewat pengurus Rukun Tetangga (RT), warga Murung Selong
mengharap perhatian dari Pemerintah Kota Banjarmasin. Murung Selong dihuni
lebih dari 300 Kepala Keluarga (KK) yang terbagi di dua RT. Yakni RT 12 sekitar
200 KK dan RT 13 sekitar 130 KK.
“Sudah beberapa kali mengajukan permintaan perbaikan.
Sudah hampir 20 tahun, tapi tidak pernah ada perhatian dari pemerintah,” kata
Muhtar, Ketua RT 13 Murung Selong.
Hingga akhirnya setiap kali ada lubang di titian yang
rusak parah, menurut Muhtar, mereka bergotong royong memperbaiki. “Biasanya,
kalau ada rumah yang titian di depannya rusak, maka dia yang membeli material
perbaikan. Kemudian kami kerjakan gotong royong,” kata Muhtar.
Belakangan, perhatian kepada keprihatinan warga Murung
Selong mulai datang. Seperti dari jajaran Koramil 1007-01 Banjarmasin Timur
yang mengajak jajaran Polsek Banjarmasin Timur dan kecamatan setempat, untuk
membantu warga di Murung Selong. Termasuk memperbaiki titian.
Kepedulian para aparat ini, disambut gembira warga Murung
Selong. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas perhatian dan
kepedulian yang diberikan kepada kami. Semoga semua kebaikan mereka, menjadi
amal soleh dan dibalas oleh Allah SWT,” ujar Muhtar di sela menyambut kehadiran
Dandim 1007/Banjarmasin, Kolonel Inf Anggara Sitompul, saat mengunjungi Murung
Selong, Rabu (11/12).
Menurut Anggara Sitompul, kepedulian bersama ini,
merupakan bentuk kolaborasi dan kerjasama antara TNI, Polri dan pemerintah
daerah.
“Memang ada masalah ruang terbuka hijau di kawasan ini.
Tapi kita juga tidak bisa tinggal diam dengan keprihatian masyarakat. Karena
ada mekanisme untuk membantu mereka, maka bisa
kita lakukan. Apalagi ada banyak pihak juga yang mendukung kami dan
memberikan bantuan,” kata Anggara Sitompul
Anggara Sitompul berkunjung ke Murung Selong didampingi
Dandim 1007-01 Banjarmasin Timur, Mayor Inf Gatot TW, Kapolsek Banjarmasin
Timur, Kompol Uskiansyah dan Camat Banjarmasin Timur, Ahmad Muzaiyin.
Menurut Anggara Sitompul, kepedulian mereka ini bagian
dari momentum Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2019, yang puncakan
pada 20 Desember nanti dilaksanakan di Kalsel. Serta, momentum Hari Juang
Kartika TNI AD yang diperingati setiap 15 Desember setiap tahunnya.
Selain perbaikan titian sekitar 300 meter, aparat juga
membantu membuat penerangan jalan sebanyak 43 lampu.
Saat mengunjungi Murung Selong, Anggara Sitompul juga
menyerahkan bantuan tongkat untuk seorang manula warga setempat. Serta sebuah
kursi roda kepada seorang anak perempuan yang lumpuh.
Tak hanya itu, para anggota TNI AD dari jajaran Koramil
1007-01 Banjarmasin Timur, juga diterjunkan untuk bedah rumah salah satu warga
yang selama ini kondisinya memprihatinkan.
Bersama anggota polisi, mereka juga bersama-sama membantu
pengecetan salah satu mushola di Murung Selong. warga juga mendapatkan bantuan tempat sampah.
“Semua bantuan merupakan bentuk kepedulian kita untuk
menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat, pemerintah punya perhatian kepada
mereka,” ujar perwira TNI AD berpangkat melati tiga itu.
Kini setelah adanya perbaikan titian, warga Murung Selong
tidak lagi cemas. Meski tetap harus berhati-hati melintasi titian tersebut,
kekhawatiran mereka jatuh terperosok seperti sebelumnya, sudah berkurang.
Begitu pula di malam hari, setelah ada lampu penerangan sepanjang titian. (emy/foto: deny)
