JAKARTA, banuapost.co.id- Menyusul dicopotnya I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dari jabatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, tiga direktur lainnya juga bernasib sama.
Ari Askhara, sapaan
akrabnya, dicopot Menteri BUMN Erick Thohir gegara Harley Davidson dan Brompton
ilegal yang dibawa menggunakan pesawat baru Garuda Indonesia, Airbus A330-900
Neo, dari Toulouse, Prancis ke Indonesia.
Begitu pun dengan tiga direktur lainnya di perusahaan plat
merah ini, resmi diberhentikan Erick Thohir seusai menggelar pertemuan dengan Dewan Komisaris PT
Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Sabtu (7/12) pagi.
Ketiganya diberhentikan karena
diduga terlibat dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton
di pesawat Airbus A330-900 Neo itu.
Soal pemberhentian ini tak
dipampik Komisaris Utama (Komut) Sahala Lumban Gaol, berdasarkan keputusan
rapat antara Erick dengan Dewan Komisaris Garuda.
“Pada hari ini
tanggal 7 Desember telah dilaksanakan pertemuan dengan Menteri BUMN dengan Dewan
Komisaris PT Garuda Indonesia,” ujar Sahala Lumban.
Dari pertemuan itu, lanjut
Sahala Lumban, disepakati hal sebagai berikut, pertama akan memberhentikan
sementara waktu semua anggota direksi yang terindikasi terlibat secara langsung
maupun tidak langsung dalam kasus dugaan penyelundupan Harley dan Brompton.
Pemberhentian sementara itu akan berlaku hingga Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan 45 hari terhitung
dari Senin, 9 Desember 2019 mendatang.
“Di perusahaan Tbk ada dua cara pemberhentian direksi,
yaitu sementara oleh Dewan Komisaris, dan permanen dalam RUPSLB,” terang
Sahala.
Mengutip laman resmi
Garuda, Sabtu (7/12), Ari lahir di Jakarta, 13 Oktober 1971. Ia memperoleh
gelar S1 dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Ari juga
mengantongi gelar S2 Administrasi Bisnis International Finance dari Universitas
Indonesia.
Ari tercatat pernah
menjabat direktur di BUMN, di antaranya Direktur Keuangan PT Pelindo III
(Persero), Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia (Persero)
Tbk.
Ia juga sempat dipercaya
menjabat sebagai Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya
(Persero).
Sebelum menakhodai Garuda
Indonesia, Ari menduduki kursi Direktur Utama PT Pelindo III (Persero). Ari
kemudian ditunjuk Menteri BUMN Rini Soemarno menjadi Direktur Utama maskapai plat
merah tersebut pada September 2018 menggantikan Pahala Mansury. (yb/foto: ist)
