BANJARBARU, banuapost.co.id– Menjelang dimulainya operasional terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Selasa (12/12) mendatang, PT Angkasa Pura I (Persero) melakukan simulasi, Sabtu (7/12).
Simulasi yang melibatkan ruatusan karyawan, dimulai dari
perjalanan penumpang dari Kota Banjarmasin dan Banjarbaru menuju terminal baru
(percobaan transportasi darat).
Kemudian pemeriksaan bagasi pertama dan terakhir, alur
kedatangan dan keberangkatan penumpang, alur barang di terminal, dan alur
kendaraan di area sisi darat (landside).
Sementara simulasi pada operasional sisi udara (airside), meliputi proses docking dan undocking garbarata, pencatatan data pergerakan pesawat,
pemeriksaan waktu block off to holding,
pemeriksaan waktu block on to holding,
make up baggage flow, dan breakdown baggage flow.
Begitupun dari sisi Pertolongan Kecelakaan Penerbangan
dan Pemadam Kebakaran (PKPPK), hal yang disimulasikan penggunaan hydrant, jalur
evakuasi darurat di terminal dan bangunan penunjang, dan lokasi penting keadaan
darurat.
“Kami harapkan doa dan dukungan masyarakat agar persiapan
final ini dapat berjalan lancer. Sehingga ikon baru kebanggaan masyarakat
Banjarmasin dan Kalimantan Selatan, dapat segera dinikmati seluruh masyarakat
Indonesia,” imbuh Dirut PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi.
Pembangunan terminal baru Bandara Syamsudin Noor
Banjarmasin, merupakan salah satu bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN)
yang diamanatkan pemerintah kepada Angkasa Pura I untuk mengatasi permasalahan lack of capacity yang terjadi.
Proyek ini terdiri dari pembangunan sisi darat yang
meliputi pembangunan terminal baru dan gedung kargo serta pembangunan sisi
udara yang meliputi perluasan apron.
Sebagai informasi, terminal baru Bandara Syamsudin Noor
memiliki luas 77.569 meter persegi atau 8 kali lebih luas dibandingkan terminal
lama yang hanya memiliki luas 9.043 meter persegi.
Terminal baru berkapasitas 7 juta penumpang per tahun, 5
kali lebih besar dibandingkan terminal lama. Terminal baru juga ditunjang
dengan 42 unit konter check-in, 3 conveyor belt, dan ruang tunggu seluas
5.185 meter persegi.
Tersedia pula, lahan parkir seluas 34.360 meter persegi
untuk kendaraan roda empat dan 2.420 meter persegi untuk kendaraan roda dua.
Dibangun pula terminal kargo baru berkapasitas 44.000 ton
per tahun dari 22.297 ton per tahun yang ada saat ini. Sedang apron, bertambah
menjadi 129.812 meter persegi dan mampu menampung 16 pesawat narrow body dari yang sebelumnya hanya
80.412 meter persegi dan hanya dapat menampung 8 pesawat narrow body. (yb/emy/foto:
ist)
