JAKARTA, banuapost.co.id– Perampingan eselon III dan IV di kementerian, sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato awal masa jabatan usai dilantik di Gedung Nusantara, Minggu (20/10) lalu, hingga kini terus dimatangkan dan segera diwujudkan secara bertahap.
Presiden kembali menegaskan, perampingan dilandasi dengan
semangat untuk mengurangi rentang pengambilan keputusan. Sehingga pemerintah
dapat lebih leluasa dalam bergerak dengan cepat mengambil keputusan.
“Kita butuh sebuah kecepatan dalam memutuskan. Kita
butuh kecepatan dalam bertindak di lapangan. Karena perubahan-perubahan
sekarang ini, begitu cepat,” ujarnya di Istana Merdeka, Senin (2/12).
Seiring dengan perampingan birokrasi, Kepala Negara
berharap akan diimplementasikan pula pemanfaatan sistem kecerdasan buatan yang
dapat mendukung, sekaligus mempercepat kerja pemerintah dan para ASN dalam
menjalankan tugasnya.
Namun presiden menggarisbawahi, pemanfaatan sistem
kecerdasan buatan dilakukan untuk menunjang kegiatan dan pekerjaan yang
dilakukan para ASN itu sendiri. Pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis
administrasi dan pengolahan data yang biasanya dilakukan secara manual,
diharapkan dapat beralih dengan memanfaatkan teknologi yang kini sudah berkembang.
Sehingga dapat lebih efisien dan mereduksi waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan.
“Kita ingin, karena sekarang ada AI (artificial
intelligence) yang bisa membantu kita dalam hal yang bersifat teknis
administrasi, bisa juga mengerjakan berkaitan dengan akumulasi dan pengolahan
data. Jadi ini yang mau kita kerjakan,” tuturnya.
Pemanfaatan perkembangan teknologi seperti sistem
kecerdasan buatan, dipandang merupakan hal yang sudah harus dilakukan jajaran
di birokrasi pemerintahan.
Tantangan dan tugas-tugas ke depan yang semakin berat,
memerlukan kecakapan, kecepatan, dan alat bantu pelayanan, untuk semakin
meringankan tugas-tugas tersebut.
“Kalau kita memiliki alat-alat atau instrumen yang
membuat kita cepat dalam bertindak dan memutuskan, maka itu akan membantu
sekali dalam mengelola pemerintahan dan negara ini,” kata presiden. (yb/din/foto: setneg)
