MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Masyarakat Peduli Api (MPA) empat Desa di Kecamatan Teweh Selatan, Barut, terbentuk. Ke-4 desa itu, Trahean, Trinsing, Bintang Ninggi I dan Bintang Ninggi II.
“Untuk itu, saya mengajak seluruh anggota MPA yang telah
dibentuk dan mendapat pembekalan teknis, agar berperan aktif menjaga desanya
dari kejadian karhutla,” kata Wabup Barut, Sugianto Panala Putra, di Muara Teweh,
Kamis (5/12).
Ke depannya, lanjut wabup, Dinas LH tidak hanya melakukan
pembentukan kelompok MPA, tetapi juga melakukan pembinaan kelompok MPA, sesuai
ketentuan.
“Oleh sebab itu, setiap personil MPA diharapkan dapat
berperan aktif dalam upaya pengendalian karhutla, baik dalam upaya pencegahan
atau pemadaman,” imbuh wabup.
Setiap personil MPA, lanjut wabup, diberikan pelatihan
mengenai dasar-dasar pengendalian karhutla, kegiatan pencegahan dan juga
pemadaman.
“Selain itu, MPA juga diberikan pelatihan pembukaan lahan
tanpa membakar, yaitu dengan memanfatkan limbah biomassa,” kata Sugianto.
Dengan kemampuan melakukan pembukaan lahan tanpa
membakar, sambung wabup, diharapkan MPA bisa menjadi pioner dan memberi contoh
kepada masyarakat dalam melakukan pembukaan atau pembersihan lahan tanpa
membakar. (arh/foto: ist)
