BANJARMASIN, banuapost.co.id– Prseiden Joko Widodo dinobatkan sebagai Asian of The Year 2019. Tak tanggung-tanggung penghargaan diberikan surat kabar terbesar dan terkemuka di Singapura, The Straits Time.
Dikutip dari portal media
tersebut beberapa jam lalu, Kamis (5/12), para redaktur media yang berpengaruh
di kawasan Asia, dengan suara bulat telah memilih Presiden Jokowi.
Penilaian selain karena telah
memperkuat posisi Asia terhadap internasional, juga telah menjadi ujung tombak
mengembangkan Asean Outlook di Indo-Pasifik.
Sebuah
dokumen yang diadopsi 10 negara pada Juni lalu, menegaskan kembali peran
penting Indonesia di kawasan Asia di tengah persaingan strategis antara Amerika
Serikat dan China.
The
Straits Times menilai, Jokowi adalah lelaki sederhana yang menjadi Walikota
Solo, kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta, sebelum menjadi pemimpin negara berpenduduk
270 juta dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Pada periode pertama masa
jabatannya 2014 – 2019, menurut The
Straits Times, Jokowi yang mencanangkan misi mengejar kemajuan dan pertumbuhan,
memberikan penekanan pada pembangunan infrastruktur.
“Ia
tidak kehilangan pandangan akan nilai-nilai persatuan dan harmoni, yang begitu
krusial di negara mayoritas muslim dengan beragam budaya dan agama, di mana
agama telah menjadi sangat politis,” tulis media itu.
Ketika
presiden menghadapi tantangan dalam lima tahun ke depan masa jabatannya, para
editor The Straits Times menyatakan harapan: “Jokowi tidak memberikan ruang dan
tidak membuat kompromi dalam upayanya untuk membangun demokrasi, bebas korupsi,
terbuka, toleran, dan inklusif Indonesia”.
Bagi
The Straits Times ini tahun ke-8 memberikan penghargaan kepada individu atau
organisasi yang memberikan impak signifikan di Asia satu tahun terakhir. (yb/bga/tst/foto: ist)
