BOGOR, banuapost.co.id– Natal merupakan momentum sangat indah untuk merayakan persahabatan, kerukunan, persaudaraan dan cinta kasih se bangsa dan se tanah air.
“Momen yang sangat berharga bagi kita semua untuk mensyukuri indahnya keberagaman, indahnya
kemajemukan yang menyatukan kita sebagai sebuah bangsa besar, bangsa
Indonesia,” kata Presiden Joko Widodo.
Kepala Negara mengemukakan hal itu dalam sambutan pada Perayaan
Natal Nasional 2019 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor,
Jumat (2/12) malam.
Dalam Perayaan Natal Nasional yang mengusung tema:
“Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang”, presiden hadir bersama
Ibu Negara Iriana Joko Widodo.
Melalui pesan Natal tersebut, lanjut presiden, umat
Kristiani diajak untuk bersama-sama merawat persaudaraan, kerukunan, harmoni
kehidupan, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang merusak persahabatan dan
persaudaraan di antara bangsa Indonesia.
“Kita tidak ingin tali silaturahmi jembatan persahabatan,
jembatan persaudaraan, yang telah terjalin dengan sangat baik antarsesama anak
bangsa, justru dirusak oleh provokasi-provokasi yang memecah kita sebagai
saudara se bangsa dan se tanah air,” tegasnya.
Menurut presiden, sebagai negara yang dianugerahi Tuhan YME
keberagaman dan kemajemukan, baik itu suku, agama, dan bahasa daerah, bangsa
Indonesia selalu belajar untuk hidup dalam kebersamaan sebagai saudara dan satu
sahabat.
Sehingga nilai-nilai persaudaraan telah menjadi watak
asli bangsa Indonesia dan bisa disebut sebagai DNA-nya bangsa Indonesia.
“DNA itu telah hidup ratusan tahun, menjadi budaya
dalam masyarakat kita. Ke mana pun kita pergi, ke seluruh penjuru Tanah Air,
kita akan diterima seperti sahabat, seperti saudara. Inilah budaya kita
Indonesia, inilah kepribadian kita bangsa Indonesia,” imbuhnya.
Di hadapan ribuan hadirin, presiden menegaskan, Indonesia
merupakan negeri Pancasila yang menjamin kebebasan beragama dan beribadah
menurut agamanya masing-masing bagi para penduduknya.
“Saya tegaskan di sini, sekali lagi, negara menjamin
kebebasan beragama dan beribadah menurut agamanya masing-masing,” tandasnya.
Hadir dalam acara Perayaan Natal Nasional 2019, antara
lain Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, sejumlah menteri Kabinet
Indonesia Maju, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gomar
Gultom, dan Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Kardinal Ignatius Suharyo. (yb/din/setneg)
