KOTABARU, banuapost.co.id– PT SILO, sebuah perusahaan tambang Pulau Laut Tengah, Kotabaru, digerogoti oknum keamanannya sendiri.
Kabel power pelabuhan perusahaan di Desa Salino, jadi
sasaran security. Meski demikian, 6 pelakuknya, 4 di antaranya tenaga keamanan.
Ke-4 pelaku orang dalam itu, Agus, Ariel, Sugeng dan Aar,
diamankan jajaran Polsek Pulau Laut Tengah, Rabu (4/12) dini hari.
Kasus pencurian sejak Januari lalu itu, baru diketahui
setelah pihak perusahaan melakukan audit dan mendapati sejumlah barang hilang.
Sehingga kemudian melaporkan kasusnya ke kantor polisi setempat, 24 November lalu.
“Dari laporan itulah, kami mulai melakukan melakukan
penyelidikan, hingga akhirnya membongkar kasus pencurian di dalam perusahaan tersebut,”
ujar Kapolsek Pulau Laut Tengah, Iptu H Pato S Tompo, yanag diminta
penjelasannya, Rabu (4/12) siang.
Dari hasil pmeriksaan sementara, lajut Iptu H Pato,
sedikitnya ada 12 nama yang disebutkan para pelaku, termasuk 2 orang dari pamsus.
Jadi masih ada 6 tersangka lagi yang masih dicari.
“Karena pelakunya masih orang dalam, sehingga pencuriannya
berjalan mulus,” ucap kapolsek.
Dari data sementara, sebagaimana laporan pihak perusahaan,
sambung Iptu H Pato, ada sebanyak 35 item yang dijarah, hingga menyebabkan kerugian
ditaksir mencapai Rp 1,2 miliar. (her/foto:
ist)
