BANJARMASIN, banuapost.co.id– Madihin, salah kesenian puisi khas Banjar yang berarti nasihat, ikut memeriahkan acara yudisium Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad al Banjari.
Yudisium Uniska untuk jurusan Komunikasi dan Administrasi Publik ini, sebanyak 217 wisudawan, dihelat di sebuah hotel di kawasan Jl A Yani, Senin (6/1).
Seperti diketahui, ada beberapa jenis madihin. Salah
satunya madihin kocak yang dipopulerkan alm H Yusran Effendi atau yang lebih
dikenal John Tralala.
“Madihin kocak atau kreasi yang isinya mengikuti
acara. Misal acara yudisium ya tentang pendidikan, sosial, dan hukum.”
ucap Hendra Tralala, putra alm John Tralala.
Intinya, lanjut Hendra, seorang madihin itu harus punya
wawasan. Jadi bukan hanya sekedar asal bicara saja.
Madihin merupakan genre/jenis puisi rakyat anonim
berbahasa Banjar yang bertipe hiburan. Madihin dituturkan di depan publik
dengan cara dihapalkan (tidak boleh membaca teks) oleh 1 orang, 2 orang, atau 4
orang senimanya.
Disingung soal kesenian unik khas Banjar tersebut mulai
tergerus oleh kesenian lain yang loebih modern, Hendra tak menampik kondisi
demikian.
Meski demikian, menurut Hendra, dirinya tidak merasa
takut dengan semakin berkembangnya kesenian lain sejenis. Karena tanpa
diletarikan, madihin pasti akan punah.
“Oleh sebab itu meski di tengah munculnya kesenian
sejenis yang lebih modern, kita tetap dengan ke orisinilannya. Tujuannya selain
untuk melestarikan, juga mengembangkan supaya terus muncul dengan kreasi-kreasi
yang baru tanpa meninggalkan tutur aslinya,” pungkas Hendra. (oie/foto: ist)