BANTEN, banuapost.co.id– Usai meninjau warga terdampak longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Presiden Joko Widodo meninjau lokasi banjir bandang di Desa Banjaririgasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (7/1).
“Tadi pagi saya hadir di Kecamatan Sukajaya,
Kabupaten Bogor, dan sekarang kita melihat (penanganan) banjir bandang di
Kabupaten Lebak,” kata presiden di Pondok Pesantren La Tansa yang juga
terdampak banjir bandang.
Bangunan-bangunan hancur masih terlihat di Pondok
Pesantren La Tansa saat presiden tiba sekitar pukul 11:48 WIB. Presiden melihat
beberapa fasilitas yang rusak dengan didampingi
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, dan Gubernur Banten, Wahidin Halim.
Dari La Tansa, presiden kemudian meninjau para pengungsi
di Gelanggang Olah Raga (GOR) Lebak Gedong. Presiden hendak memastikan
kebutuhan warga terdampak bencana terpenuhi.
Menurut Kepala Negara, beberapa penyebab bencana banjir
bandang di Lebak adalah akibat perambahan hutan dan penambangan emas secara
ilegal. Untuk itu, ia meminta Gubernur Banten dan Bupati Lebak untuk
menghentikan kedua aktivitas tersebut.
“Enggak bisa lagi. Karena keuntungan satu, dua, tiga
orang, kemudian ribuan yang lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang
ini,” tegasnya.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, Kepala Negara
menyebut ada 30 jembatan penting yang menghubungkan antardesa yang perlu segera
diselesaikan.
“Tadi saya sudah perintah ke Menteri PU agar dalam
3-4 bulan itu semuanya sudah bisa diselesaikan,” ungkapnya.
Selain itu, tercatat 19 sekolah mengalami kerusakan.
Terkait hal tersebut, presiden memerintahkan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan serta Kementerian PUPR untuk menyelesaikannya.
“Rumah yang rusak dilaporkan Bu Bupati tadi ada
1.410. Nanti akan kita data di lapangan secara lengkap. Apakah memungkinkan
untuk direlokasi, karena memang kalau melihat banjirnya besar seperti ini,
harus direlokasi,” jelasnya.
Proses relokasi juga rencananya akan dilakukan bagi warga
terdampak longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Kepala Negara
menyebut, pemerintah daerah dan pusat akan bekerja sama untuk merelokasi warga.
Longsor yang terjadi di Kecamatan Sukajaya mencakup
wilayah yang cukup luas. Saat melihat lokasi longsor dari udara, Minggu (5/1) lalu,
presiden menyebut ada ratusan titik longsor.
Karena itu presiden mengimbau kepada seluruh jajaran
pemerintah daerah mulai dari tingkat desa, agar terus waspada terhadap
kemungkinan bencana. Terutama mengingat puncak musim hujan masih akan
berlangsung sampai bulan depan.
Turut mendampingi presiden saat meninjau lokasi banjir
bandang di Lebak antara lain, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menkes Terawan
Agus Putranto, Mensos Juliari Peter
Batubara, dan Seskab Pramono Anung. (yb/din/laily
rachev)