PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Dinyatakan sehat, bahkan mendapat sertifikat dari Kemenkes RI, mahasiswa asal Kalteng yang kuliah di University Huangshan, Hubei, China, berharap masyarakat tidak memiliki stigma negatif.
Harapan itu dikemukakan Haafish Nisfu Arifani, mahasiswa
semester 7 jurusan kedokteran, ketika ditemui setibanya di kampung halaman, Jl
G Obos, Palangka Raya, Minggu (16/2) sore.
“Di hari H sebelum kepulangan, kami sudah dinyatakan
sehat tanpa ada gejala apapun. Semuanya negatif. Bebas lah dari virus corona.
Karena itu kalau masih ada masyarakat yang berstigma negatif, tolong jangan
khawatir. Kami sudah dinyatakan sehat,” ucap Haafish.
Seperti diketahui, sedikitnya ada empat mahasiswa asal Kalteng
yang dievakuasi pemerintah Indonesia setelah munculnya visrus corona dari
Provinsi Wuhan, China.
Setelah dilakukan obervasi selama 14 hari dalam pengawasan
protokoler badan kesehatan dunia (WHO) di Pulau Natuna, mereka dinyatakan
sehat, dan dipulangkan ke daerah masing-masing, termasuk ke Kalteng.
Di antara empat mahasiswa itu, dua orang asal Kota Palangka
Raya. Seorang di antaranya, Haafish, yang tengah bahagia berkumpul dengan
keluarga besarnya.
Bahagia setelah sekian lama terpisah, terpancar di wajah anak
ketiga dari empat bersaudara pasangan Harry Maihadi dan Ny Yunairoh.
Bahkan calon dokter tersebut, setibanya di rumah langsung
bercanda dengan keponakannya yang masih kecil, melepas segala kerinduan.
Bahagia juga terpancar di wajah kedua orangtua Haafish. Padahal
sebelumnya, hingga dievakuasi dari negara China dan dilakukan observasi di
Natuna, rasa resah selalu menghantui.
Namun kini sudah terjawab. Harry pun sangat bahagia
putranya yang hampir empat tahun mengenyam pendidikan di Kota Huangshan, dinyatakan
negatif terdampak virus corona.
“Ya Alhamdullilah, yang jelas sebagai orangtua tentunya
sangat bahagia sekali dapat berkumpul. Seperti yang kita ketahui, virus corona kan
mengkhawatirkan dunia,” ujar Harry.
Kedatangan dua mahasiswa asal Kota Palangka Raya ini
disambut Dinas Kesehatan setempat, hingga mengantarkannya ke rumah.
Menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan
Penyakit (P2) Dinkes Kota Palangka Raya, Irma, Haafish Nispu Arifani dan Eva
Faulina, sengaja dijemput untuk mematikan hingga berkumpul dengan keluarga.
“Mereka selama di Palangka Raya, tidak ada lanjutan
pemeriksaan kesehatan. Karena sudah dinyatakan sehat, hingga mendapat surat
keterangan sehat dari kemenkes. Sudah ada sertifikatnya,” jelas Irma. (din/foto: udin)
