BIREUEN, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo mengajak untuk bersama menghadapi tantangan bangsa. Karena itu kalau ada persoalan besar, mari duduk bersama.
Ajakan itu dikemukakan Kepala Negara ketika memberi sambutan
dalam acara Kenduri Kebangsaan yang digelar Yayasan Sukma Bangsa dan Forum
Bersama (Forbes) anggota DPR dan DPD RI asal Aceh, Sabtu (22/2)
Acara yang hendak membangun semangat ke Acehan, ke Islaman
dan ke Indonesiaan dalam satu bagian tak terpisahkan, digelar di Sekolah Sukma
Bangsa, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Menurut presiden, Aceh sebagai daerah berbudaya dinamis,
penuh toleransi, menjunjung nilai-nilai keislaman, memiliki sejarah kemaritiman
yang kuat.
“Kalau kita ingat saat Asian Games 2018 lalu, tarian
yang membuat seluruh negara berdecak kagum dan memberikan apresiasi adalah
tarian dari Aceh, yaitu tari Ratoh Jaroe. Tari yang sangat dinamis dan itu
menggambarkan budaya Aceh: dinamis, toleran, keislaman, dan kemaritiman. Itu
adalah kebudayaan Aceh yang semua orang sudah tahu,” ujarnya.
Aceh juga disebut presiden memiliki potensi besar dan
merupakan daerah modal. Selain karena alasan historis perjuangan kemerdekaan
Indonesia, juga karena kaya akan sumber daya alam serta sumber daya manusianya.
Karena itu, Kepala Negara mengajak masyarakat Aceh untuk
bersama membangun Aceh juga bangsa Indonesia. “Marilah sekarang
konsentrasi kita ke arah pembangunan. Aceh. Karena ini merupakan daerah modal.
Modal sumber daya alam dan modal sumber daya manusia yang saya tahu karena saya
tahun 86 hingga 88 itu berada di Lhokseumawe dan di Bener Meriah,” tutur presiden.
Untuk membangun dan mendorong perekonomian Bumi Serambi
Mekkah tersebut, presiden juga mengajak pemerintah daerah dan masyarakat Aceh
untuk bekerja dan duduk bersama dalam menyelesaikan tantangan pembangunan di
provinsi itu.
“Mari kita bersama-sama bersatu. Masyarakat,
pemerintah daerah, dan pemerintah pusat menyelesaikan persoalan-persoalan dan
tantangan-tantangan yang ada di Bumi Aceh ini. Kalau ada persoalan besar yang
bisa kita selesaikan bersama, mari duduk bersama,” tandasnya.
Hadir dalam acara tersebut, di antaranya Menag Fachrul
Razi, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, Mendagri Tito Karnavian,
Menteri LH dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Kemudian Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Wali Kota
Nanggroe, Malik Mahmud Al Haytar, Pembina Yayasan Sukma Bangsa, Surya Paloh,
serta sejumlah ulama dan anggota MPR, DPR, dan DPD RI asal Aceh. (yb/*/foto: ist)