BIREUEN, banuapost.co.id– Sebanyak 2.576 sertifikat tanah untuk rakyat Desa Cot Gapo, Kabupaten Bireuen, Aceh, dibagikan Presiden Joko Widodo.
Pembagian sertifikat tanah, merupakan salah satu agenda
kunjungan kerja presiden dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju di Aceh, Sabtu
(22/1). Selain meninjau Tol Banda Aceh–Sigli, Kepala Negara juga menghadiri
Kenduri Kebangsaan.
“Problem di negara kita, Indonesia, setiap saya pergi ke
desa, setiap saya pergi ke kampung, selalu yang menyampaikan ke saya ini
rakyat, ‘pak tanah saya sengketa’ pak ini ada konflik tanah’, kenapa itu
terjadi? Karena rakyat tidak pegang sertifikat, sengketa lahan dimulai dari
situ,” jelas presiden.
Dengan sertifikat yang telah dibagikan, presiden berpesan
untuk disimpan dan dipergunakan
sebaik-baiknya. Jika pun perlu digadaikan untuk suatu kebutuhan, presiden
meminta hal itu dilakukan untuk urusan yang mendesak dan dipergunakan untuk
modal usaha.
“Kalau sudah minjam ke bank, dipakai untuk agungan ke
bank, gunakan semuanya untuk modal usaha. Sekali lagi, hati-hati untuk pinjam
ke bank. Dikalkulasi, bisa nyicilnya atau tidak, kalau ‘nggak bisa
sertifikatnya bisa hilang,” pesan presiden.
Dalam kesempatan yang sama, presiden juga turut
memperkenalkan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju dan pejabat yang hadir
kepada masyarakat.
D iantaranya, Mendagri Tito Karnavian, Menteri LH dan
Kehutanan, Siti Nurbaya, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Kepala Kantor Staf
Presiden, Moeldoko, serta dua menteri lainnya yang berasal dari Aceh, yakni
Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),
Sofyan Djalil, dan Menteri Agama,
Fachrul Razi. (yb/*/foto: ist)