BANJARMASIN, banuapost.co.id– Dinilai tidak ada gregetnya sama sekali alias lamban, meski berbagai data sudah diserahkan, gabungan LSM penggiat anti korupsi menggelar demo di Kejaksaan Tinggi Kalsel, Kamis (20/2). Gabungan pegiat itu, Komisi Anti Korupsi (Kaki), Pemuda Islam dan Perpeban
Selain mempertanyakan kasus yang sudah disampaikan, namun
tak ada buriniknya, mereka juga
menyampaikan data baru kasus dugaan menelikung duit negara di Dinas Lingkungan
Hidup Kota Banjarmasin.
Dalam orasinya, orator pegiat anti korupsi, minta Kejati
Kalsel pro aktif mengusut dugaan korupsi yang sudah disampaikan.
Terbaru, mereka juga meminta lembaga hukum negara tersebut,
menelisik kasus pengadaan mobil sapu di Dinas Lingkungan Hidup Pemko
Banjarmasin dengan anggaran Rp 6 miliar.
Sementara Kasi C Kejati Kalsel, Hedri Siswanto, yang
menemui pendemo, minta untuk kasus dugaan korupsi di Dinas LH Pemko Banjarmasin
supaya data yang diserahkan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya.
“Terima kasih dengan data yang diserahkan. Karena kami juga
merasa terbantukan dengan informasi ini,” ucap Hendri.
Setelah berorasi dan menyerahkan data dugaan korupsi di Dinas
LH Pemko Banjarmasin itu, pegiat anti korupi ini berjanji akan terus melakukan
demo selama penanganan kasusnya berjalan lamban. (yai/foto: ayai)