BANJARBARU, banuapost.co.id– Tidak pernah terjadi dalam sejarah nusantara, kegiatan haul dihadiri jutaan umat. Tak hanya datang dari penjuru Pulau Kalimantan, tapi juga Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, bahkan negara-negara di Asia hingga Timur Tengah.
Kekharismatikan seorang KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani,
telah menorehkan sejarah dalam sebuah kegiatan keagamaan. Sehingga peringatan
hari wafatnya tokoh syiar Agama Islam asal Kota Martapura, Kabupaten Banjar,
secara tidak langsung menjadi agenda tahunan pemerintah daerah di Provinsi Kalsel.
Abah Guru Sekumpul, sapaan familiar ulama yang tidak
pernah terdengar menjadi partisan apalagi pengurus partai, bersahaja dengan
kehidupan se hari-hari. Hanya untuk
kemaslahatan umat, khususnya umat Nabi Muhammad SAW.
Khusus untuk Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul yang
dilaksanakan selama dua hari, Sabtu (29/2) dan Minggu (1/3) malam di Mushalla
Ar Raudhah, diakui Ustad Hidayat sebagai peristiwa keagamaan yang sangat luar
biasa untuk ukuran kegiatan di sebuah kabupaten.
“Subhanallah. Umat yang datang dari berbagai penjuru Pulau
Kalimantan sudah sejak Jumat (28/2) malam,” ujar koordinator lapangan Posko
Relawan Majelis Al Mansyur Banjarmasin, Minggu (1/3) malam.
Jamaah yang berhadir, lanjut Ustad Hidayat, persisnya di sekitaran
Bundaran PDAM, Jl Panglima Batur, sejak pukul 15:00 Wita sudah memenuhi kawasan
tersebut.
“Jamaah mempersiapkan diri dengan menaruh sajadah di
sepanjang Jl Sukarelawan hingga Jl Rahayu. Jalan dua jalur itu membludak dengan
ribuan umat untuk Salat Magrib,” jelasnya.
Sementara relawan, mengatur sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan
dan kelancaran seluruh jamaah yang ikut prosesi haul, khususnya di area posko
084, berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kegiatan, Mushalla Ar Raudhah.
“Ribuan jamaah berpakaian serba putih, secara
sendiri merapikan shaf salat di sepanjang jalan tersebut,’ ucap Ustad Hidayat.
Usai Salat Magrib, relawan Majelis Al Mansyur membagikan nasi
bungkus kepada ribuan jamaah, sambil menunggu haul digelar.
“Setelah Salat Magrib, pembacaan Maulid al Habsy, Zikir
Nasyid, sampai Salat Isya hingga berakhirnya acara haul,” papar Ustad
Hidayat.
Meski berjarak kisaran tiga kilometer dari pusat prosesi, Mushalla Ar Raudhah, jamaah dapat melihat secara langsung berkat siaran TV Ar Raudhah melalui tayangan layar lebar di samping kiri dan kanan jalan menggunakan proyektor. (umr/foto: ist)