BANDUNG, banuapost.co.id– Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kalsel, Hj Dewi Damayanti Said, mengikuti workshop Percepatan Keterwakilan Perempuan 30 persen di Pemilu Legeslatif 2024.
Di dampingi Sekretaris KPPI, Hj Rachmah Norlias, yang
juga Ketua Komisi 1 DPRD Kalsel, dan dua anggota lainnya, kegiatan yang dibuka
Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, berlangsung selama dua hari, Rabu
(11/3) hingga Kamis (12/3), di Hotel Harris Festival Citylink, Bandung.
Menurut Hj Dewi yang juga Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kalsel itu, dalam workshop yang mengusung tema: “Penguatan Kapasitas Poliitik Perempuan di Jawa Barat”, banyak isu-isu strategis mengemuka, khususnya peran perempuan yang berkiprah di dunia politik.
“Isu strategis itu, memperjuangkan keadilan sosial dan
keadilan gender, serta memperkuat advokasi kebijakan public,’ jelas Hj Dewi.
Selain itu, sambung putri birokrat yang juga Gubernur
Kalsel ke-7 dua periode 1984 – 1995, Ir HM Said, memperkuat demokrasi dan
menjadi mitra konstituennya untuk memperjuangkan pemenuhan hak-hak warga negara
agar terwujud keadilan sosial, keadilan gender dan demokrasi.
Menurut politisi Partai Golkar Kalsel ini, KPPI
beranggotakan kader-kader partai politik dari lintas partai, baik sebelum maupun
yang menjadi anggota parelemen.
Keterlibatan perempuan dalam politik, ucap Hj Dewi, dari
waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. Salah satu indikatornya, trend
peningkatan keterwakilan perempuan di legislatif.
“Sejak pemilu 1999 hingga terakhir pada 2019, keterwakilan
perempuan dalam politik, tidak terjadi secara serta merta,” kata Hj Dewi.
Namun karena perjuangan yang terus menerus, sambung Hj
Dewi, terutama untuk mewujudkan hak setiap orang mencapai persamaan dan keadilan,
akhirnya disepakati peningkatan
keterwakilan perempuan 30 persen di pemilu.
“Soal keterwakilan perempuan 30 persen di pemilu
legilatif 2024 yang akan datang inilah yang kami bahas sebagai salah satu isu
strategis,” imbuh Hj Dewi. (yb/foto: ist)