SAMPIT, banuapost.co.id– Di tengah munculnya virus korona yang ini sudah ada di 21 provinsi di Indonesia, juga mengkhawatirkan masyarakat Mentaya Hilir Selatan (MHS), Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng.
Pasalnya, sejak
dinyatakan ada dua warga Kalteng yang positif terinfeksi vuris asal Provinsi
Wuhan, Tiongkok itu, Pemprov setempat menaikan status menjadi Tanggap Darurat.
Sayangnya, social distancing
pada peningkatan status Tanggap Darurat yang ditetapkan sejak Jumat (20/3) itu,
sepertinya tak digubris pengurus Tenaga Kerja Bongkar Muat ( TKBM) di kawasan laut
Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.
Padahal dengan
ditingkatkanya status, masyarakat Kalteng umumnya, khususnya Kotim, meskinya
taat aturan atas pemberlakuan bersama demi kemaslahatan orang banyak.
Pemandangan rombongan TKBM
Senin(23/3) sekitar pukul 09:00 WIB, yang umumnya outsourcing singgah berbelanja di kawasan Pasar H Umar Hasyim,
Kecamatan MHS, Samuda, dikhawatirkan membawa virus yang oleh badan kesehatan
dunia (WHO) diberi nama Covid-19.
“Padahal Pemprov Kalteng
menaikan status penyebaran virus korona menjadi tanggap darurat. Meskinya pihak
pengatur TKBM lebih peduli. Kita sedang gawat-gawatnya, malah bergerombol
melakukan aktivitas,” kata Iyos, satu warga bagendang.
TKBM ini tidak sedikit
jumlahnya. Bahkan seusai berbelanja mereka berdesakan dalam satu klotok, membawanya
menuju ke tengah laut.
Menurut Iyos, seiring adanya
dua warga Kalteng yang trinfeksi virus korona hingga status dinaikkan, seharusnya
untuk sementara ini hindari penumpukan warga.
“Nah ini, jalur lautnya
seperti tidak dijaga ketat. Malah membuka diri melakukan kegiatan bongkar muat.
Di atas kapal asing asal China lagi,” ucapnya bernada sinis.
Sementara Rejali, petugas
UPTD LLASD Samuda, membenarkan adanya kegiatan tenaga kerja outsourching
bongkar muat di laut Pantai Ujung Pandaran itu.
Menurutnya, pekerja
bongkar muat di kapal asing itu berasal dari Kota Sampit berjumlah sekitar
30-an orang hingga beberapa hari.
Keberadaan kapal asing
berbendera Tiongkok yang sedang melakukan aktivitas di laut Ujung Pandaran itu,
disampaikan nelayan tangkap Desa Sei Ijum Raya (Sijura), Kecamatan MHS, Kotim.
Menurut Amat, salah
satu nelayan tangkap, kegiatan bongkar muat berlangsung lama. Bahkan kapal yang
datang sampai tiga armada. Umumnya mengangkut tambang bauksit. (um/foto: ist)