SAMPIT, banuapost.co.id– Gegara ketakutan akan virus mahkota (corona dalam Bahasa Latin: mahkota, Red), seorang wanita yang pingsan di jalan, tak ada satu pun warga berani mendekat untuk memberikan pertolongan.
Padahal wanita muda itu, jatuh dari kendaraannya tanpa ada yang menabrak maupun tertabrak, dan terkapar di tengah lalu lalang pengendara lainnya.
Pemandangan miris yang terjadi di Jl Walter Kondrat, Kelurahan Ba’amang Tengah, Ba’amang, Sabtu (11/4) sore, ada di tengah pemukiman padat penduduk di Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim).
Setelah sempat jadi pemandangan yang memilukan, kisaran 15 menit kemudian, datanglah petugas kepolisian dan tim medis.
Belakangan, korban yang kemudian diketahui bernama Putri Karlina Sari, warga Jl Hasan Mansur, Ba’amang, Sampit, oleh Tim Gugus Tugas Pencegahan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kotim, dievakuasi ke Puskesmas setempat.
Lurah Ba’amang Tengah, Zikrillah, yang diminta konfimasinya, membenarkan peristiwa yang terjadi di wilayah kerjanya itu.
“Sempat belasan menit terkapar karena warga tidak ada yang berani mendekat untuk memberikan pertolongan. Katanya sih takut korban terpapar virus korona,” ujar Zikrillah.
Namun belakangan, sambung Zikrillah, setelah korban siuman kepada petugas medis mengaku jatuh akibat penyakit asmanya kambuh.
“Akibat jatuh dari sepeda motor, korban selain mengalami luka di lutut, juga pipi bagian kiri,” jelas lurah, seraya menambahkan, korban sama sekali tidak memiliki gejala Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan. (b2n/man/foto: eman)