SAMPIT, banuapost.co.id– Semenjak menyandang status zona merah (tanggap barurat) penyebaran virus mahkota (corona dalam Bahasa Latin: mahkota, Red.) warga Kota Sampit yang tergabung dalam Relawan Peduli Cuci Tangan, berinovasi.
Murah dan meriah, galon alias jiregen bekas cat pun disulap menjadi tempat untuk mencuci tangan. Keberadaan galon isi 2 liter ini, kemudian di tempatkan di beberaoa titik yang selama ini banyak dikunjungi orang.
Sebelum ditempatkan di titik-titik keramaian, galon dibersihkan terlebih dahulu dari sisa cat. Setelah bersih, pada bagian samping bawahnya diberi kran air serta stiker imbauan cara mencuci tangan yang benar.
Tak hanya itu, Relawan Cuci Tangan Kota Sampit ini juga melengkapi dengan sabun cair, dan menempatannya termasuk di rumah-rumah ibadah serta fasilitas umum lainnya.
Menurut Mahfud, di tengah pandemi Covid-19 dimana salah satu imbauannya rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjadi ide di tempatkannya salah satu alat kebersihan ini di fasilitas umum.
“Harapannya agar warga selalu mencuci tangan, baik sebelum maupun sesudah aktivitas. Tujuanya sebagai salah satu upaya untuk mencebah kian menyebarnya virus,” jelas Mahfud.
Setiap galon bekas cat ini, lanjut Mahfud, menghabiskan dana Rp 5 ribu yang diperoleh dari swadaya para relawan sendiri.
“Kami hanya terusik membantu warga Kota Sampit agar selalu berprilaku hidup sehat dan bersih dalam kondisi dan situasi wabah virus korona ini,” umbuh Mahfud. (b2n/ema/foto: eman)