SAMPIT, banuapost.co.id– Warga di kawasan Pasar Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), khawatir dengan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) asal Kota Sampit bersingggah di pelabuhan mereka, Senin (20/4).
Kedatangan TKBM yang memuat tambang bauksit di kapal asing di laut Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, transit dari Palabuhan Dishub LLASD Samuda untuk kemudian jalan darat naik angkutan umum.
Masyarakat kawasan pasar khawatiran dengan kedatangan TKBM hingga mencapai 30 orang tak berjarak dan tanpa menggunakan masker.
Keprihatinan warga beralasan, pemerintah daerah menyerukan untuk selalu memakai masker kalau bepergian. Sebaliknya TKBM ini dari kapal asing tak satu pun berpenutup mulut dan hidung.
Kerumunan maupun jaga jarak seakan tak mereka hiraukan. Jadi percuma pemerintah daerah mengimbau jika tanpa ada kesadaran untuk mentaatinya.
“Pemerintah menerapkan harus pakai masker. Mereka yang datang dari bekerja di laut malah tanpa masker. Berjalan berombongan lagi. Wajar kami warga pasar khawatir munculnya virus korona itu,” ujar Udin, warga yang melihat rombongan buruh TKBM turun di Pelabuhan Perhubungan (Dishub) UPTD LLASD Samuda, Senin (20/4).
Hal senada juga dikeluhkan, Hermanto yang kebetulan lewat sekitar pelabuhan Dishub itu. “Kita warga disini sangat khawatir dengan kedatangan mereka,” katanya.
Seharusnya, sambung Hermanto, ada pengecekan terhadap buruh yang datang ataupun mau berangkat muat di laut.
“Kalau ini dibiarkan tanpa ada pengawasan semua pihak, Kotim sulit untuk bisa bebas dari Covid-19. Karena celah laut masih terbuka,” ujarnya. (um/foto: ist)