SAMPIT, banuapost.co.id– Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di 14 kecamatan Kota Sampit, khususnya yang tidak mampu, akibat kebijakan pembatasan untuk memutus mata rantai penyebaran virus mahkota, dapat bantuan sembako dari pemerintah daerahnya.
Bantuan disalurkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2 Covid-19 Kotim, Senin (2/4, salah satunya kea bang becak, warga lansia dan jompo.
Bantuan selain karena status Kotim yang ditetapkan sebagai zona merah (tanggap darurat Covid-19, seiring dengan adanya empat warga yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus asal Provinsi Wuhan,Tiongkok itu.
Menurut Ketua TGTP2 Covid-19 Kotim, Supian Hadi, bantuan ke-14 kecamatan untuk warga yang tidak mampu akibat ekonominya terdampak penyebaran virus korona, akan disalurkan secara bertahap.
“Kita sudah siapkan sebanyak 20 ribu paket sembako bagi warga tidak mampu. Penyalurannya dilakukan secara bertahap,” tandas Bupati Kotim itu.
Dengan batuan di tengah pandemi Covid-19, lanjut Supian Hadi, diharapdapat sedikit meringankan beban. Terlebih lagi warga akan memasuki ulan Suci Ramadhan.
Sementara Nur Iman, salah seorang penarik becak di Kota Sampit, mengaku sejak merebaknya kasus virus korona ini, sudah hampir sebulan ini tidak menarik penumpang.
“Karena itu dengan adanya bantuan, setidaknya dapat meringankan kami yang bekerja harian ini,” ucapnya. (b2n/ema/foto: eman)