PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Tujuh program Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, kembali diingatkan Kapolda Kalteng, Brigjend Pol Dr Dedi Prasetyo, dalam arahan pertamanya sebagai nahkoda di wilayah Hukum Polda Kalteng, Senin (11/5).
Arahan tentang program kapolri itu, disampaikan Pati Polri bintang satu tersebut pada pelaksanaan laporan kesatuan (lapsat) dalam rangkaian serah terima jabatan (sertijab) Kapolda Kalteng di Aula Arya Dharma, Mapolda.
Tujuh program prioritas kapolri, menurut Brigjend Dedi, harus fokus dan maksimal dalam pencapaiannya guna mewujudkan sosok Polri yang Promoter (profesional, modern dan terpercaya).
Kemudian dalam Operasi Aman Nusa II yang dilaporkan setiap hari, dikontrol langsung oleh Kabidhumas dan Kabiddokkes.
“Berikan teguran jika memang harus dilakukan. Walau sedikit harus ada,” tegasnya.
Begitupun untuk mendukung operasi kepolisian, lanjutnya, CRT (Crisis Response Team) yang sudah dimiliki setiap polres, harus diperkuat kembali.
“Bagi yang mau regenerasi dipersilahkan. Tetapi harus mengikuti tes psikologi terlebih dahulu,” imbuhnya.
Menyinggung pelaksanaan pilkada mendatang, Brigjend Dedi minta agar dilatihkan kembali kemampuan anggota dalam sispamkota, pengamanan TPS, dan kemampuan personel lainnya sesuai dengan rayonisasi.
Terkait mental kepribadian, mantan Karobinkar SSDM (Staf Sumber Daya Manusia) Polri tersebut, tidak akan memberikan toleransi sedikitpun bagi personel yang terbukti menyalahgunakan narkoba.
“Setelah saya menjabat beberapa jabatan, mulai dari Karo SDM, wakapolda dan saat ini kapolda, maka saya tegaskan tidak akan ada toleransi bagi personel, dan siapa-siapa pemainnya, saya sudah hafal,” katanya.
Brigjend Pol Dr Dedi Prasetyo mengingatkan seluruh pejabat utama dan personel, untuk selalu mempedomani 5S. Yaitu, Soliditas, Speed, Smart, Strong Leader dan Sinergi.
Setelah memberikan arahan kepada seluruh pejabat utama dan kapolres, kapolda langsung menuju ke Graha Bhayangkara untuk menerima Pataka Manunggal Dharma Karya Jaya. (yb/din/foto: ist)