BARABAI, banuapost.co.id– Wanti-wanti petinggi badan kesehatan dunia (WHO) agar negara-negara yang pandemi Covid-19 menjaga ketahanan pangannya, jadi perhatian serius jajaran Kodim 1002/Barabai.
Terlebih lagi jika wanti-wanti WHO ini dikaitkan dengan ucapan sang pendiri bangsa yang juga Presiden RI pertama, Ir Soekarno, jika ketahanan pangan gagal dikelola, maka negara akan terancam.
Seperti diketahui, pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi bangsa Indonesia sebagai salah satu kebutuhan dasar rakyatnya.
Apalagi masalah ini juga diamanatkan oleh UU No: 7/1996 tentang Pangan. Dalam UU tersebut tersurat: pemerintah menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan terkait pangan.
Sebagai wujud kepedulian TNI AD terhadap perekonomian itulah, Kodim 1002/Barabai melaksanakan ketahanan pangan melalui demplot padi di Desa Cukan Lipai, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Rabu (24/6).
Tak hanya demplot padi seluas 1 hektare jenis mikongga, juga melaksanakan budidaya ikan nila, lele di karamba, grenn house dan budidaya tanaman holitukultura, yaitu cabe dan tomat.
Menurut Plh Perwira Seksi Teritorial, Kapten Inf M Alip Suroso, kepada tim pengawasan dan pengendalian Staf Teritorial Kodam VI/Mulawarman, Letkol Inf Baharudin, kegiatan ketahanan pangan yang dilaksanakan merupakan salah satu upaya membantu program pemerintah.
“Program ini untuk meningkatkan pencapaian hak atas pangan, meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan ketahanan pangan nasional dan lokal,” jelasnya.
Sedang sasaran yang akan dicapai, meningkatnya kemampuan babinsa dalam melaksanakan tugas-tugas berkaitan dengan bidang pertanian dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan meningkatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat guna mendukung tugas pokok TNI-AD,” pungkasnya. (yb/*/foto: ist)