BANJARMASIN, banuapost.co.id– Kurang memiliki ‘kesadaran’, 220 warga reaktif hasil rapid testnya manhkir dalam uji swab massal yang digelar Dinas Kota Banjarmasin, Sabtu (13/6).
Padahal sebanyak 750 orang yang terdata dari hasil tracking di 26 puskesmas tersebut, sudah diingatkan untuk menjalani uji swab guna mengetahui secara pasti terpapar atau tidaknya dengan penyakit yang mematikan, Covid-19.
Sesuai dengan data Dinkes Kota Banjarmasin, sebanyak 750 orang akan diselesaikan uji swabnya. Namun fakta di lapangan, yang melakukan uji swab hanya 530 orang yang berhadir.
“Jadi yang datang hanya 530 orang. Sisanya akan diswab di wilayah kerja puskesmas sesuai dengan domisilinya atau labkesda Banjarmasin, Selasa (16/6) dan Kamis (18/6)) mendatang,” jelas Kadinkes Kota Banjarmasin, Machli Ridayani, melalui pesan singkat via whatsaap, Sabtu (13/6 malam.
Machli minta kesadaran masing-masing warga, terutama orang tanpa gejalan (OTG) yang tidak hadir saat test swab untuk segera melaporkan diri ke puskesmas terdekat.
“Melaporkan diri ke puskesmas sesuai domisilinya, dan minta dijadwalkan untuk swab,” imbuh Machli.
Tujuan dilakukannya uji swab massal, sambung Machli, untuk melindungi masyarakat, sekaligus memaksimalkan penemuan puncak penyebaran di Banjarmasin.
“Sehingga nantinya bisa dilakukan langkah-langkah strategis lainnya, yaitu dengan melibatkan ketua-ketua RT untuk mengadvokasi mereka yang melakukan karantina atau isolasi secara mandiri,” jelasnya. (ham/foto: hamdiah)