BANJARMASIN, banuapost.co.id– Massa dari 38 ormas di Kalimantan Selatan, menolak Rancangan Undang Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).
Tergabung dalam Aliansi Rakyat Lambung Mangkurat (Arbal), mereka menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kalsel, Jumat (10/7). Selama berunjuk rasa, Arbal di bawah pengawasan aparat.
Menurut Ketua Arbal Kalsel, Tubagus, aksi damai yang dilaksanakan sebagai bentuk penolakan atas perubahan dalam ideologi Pancasila.
“Apabila nanti di tanggal 17 ini ada rapat paripurna dan tidak dicabut, maka kami akan menurunkan massa yang lebih besar lagi” tegasnya.
Sementara Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas, yang menemui massa, berjanji memenuhi permintaan untuk disampaikan ke DPR RI dan MPR RI di Jakarta.
“Keinginan akan ditindaklanjuti, karena kami juga ikut menolak sebagaimana penolakan dari Majelis Ulama dan beberapa organisasi. Salah satunya, Aliansi Rakyat Lambung Mangkurat (Arbal),” ujar Suripno.
Sedang Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan, mengaku menurunkan sebanyak 500 personil, termasuk dari Polda Kalsel dan Brimob.
“Alhamdulillah, semua berjalan aman. Seperti kita lihat tadi, tidak ada gesekan. Semua saling menghormati” ucap kapolresta.
Di tengah-tengah penyampaian penolakan RUU HIP, para pengunjuk rasa sempat diguyur hujan. Namun tidak mematahkan semangat mereka untuk menyampaikan penolakan. (ham/foto: hamdiah)