BATULICIN, banuapost.co.id– Setelah melakukan oparasi pasar untuk mencek harga kebutuhan bahan pokok, kali ini Satgas Pangan Tanah Bumbu menyasar ke beberapa gudang pusat distribusi di kawasan Kersik Putih, Selasa (28/7).
Di tempat ini, tim selain mencek harga, juga mempertanyakan ketersediaan berbagai item sembako dalam gudang.
Menurut Kasi Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Tanbu, Jamaluddin, tujuan kegiatan ini dalam rangka melakukan pengawasan, ketersediaan dan stabilitas harga menjelang Idul Adha 1441 H.
Dalam monitoring, juga mencatat stok yang keluar selama barang tersimpan dalam gudang yang jadi sasaran pemeriksaan.
“Kami mencatat, stok gula di CV. Surya Kencana dalam seminggunya mengeluarkan barang sejumlah 20 ton, untuk minyak goreng dari PT Anugerah Karya Sejahtera 32 ton dalam per bulannya. Sedang stok beras di UD. Sehati, 10 ton dalam per harinya,” jelas Jamaluddin.
Dari monitoring, ketersediaan pangan cukup tersedia. Begitupun dengan harga, cukup stabil. Namun komoditas yang mengalami penurunan pemintaan berada pada minyak goreng. Sehingga beberapa distributor melakukan promo dalam rangka menarik daya beli masyarakat.
“Menurunnya permintaan dan daya beli masyarakat dikarenakan mobilisasi, distribusi masih belum lancar akibat beberapa desa masih menerapkan lockdown. Serta disebabkan beberapa perusahaan yang merumahkan karyawannya,” katanya.
Sementara dari hasil monitoring di beberapa minimarket, ditemukan pula beberapa bahan makanan yang kemasanannya rusak, namun masih dijual. Sedang barang kadaluarsa, tidak ditemukan. (mc/foto: ist)